Hidayatullah.com—Gugurnya seluruh awak kapal selam KRI Nanggala-402 menggerakan para remaja masjid asal Yogyakarta turun ke jalan. Himpunan Anak-anak Masjid (HAMAS) Jogokariyan hari Ahad (25/4/2021) mengadakan penggalangan dana untuk pembelian kapal selam yang diikhtiarkan sebagai pengganti KRI Nanggala-402 yang sedang tertimpa musibah.
Ikhtiar ini dinilai sebagai wujud kecintaan terhadap luasnya wilayah Indonesia yang perlu dijaga oleh tentara yang kuat. “Indonesia adalah negara kelautan, sehingga sudah semestinya armada laut harus dikuatkan. Maka kami gerakkan masyarakat Indonesia untuk barengan patungan membantu Angkatan Laut (AL) kita agar mempunyai armada yang kuat untuk menjaga kekayaan dan keutuhan wilayah Indonesia,” ujar M Fanni Rahman selaku ketua Takmir Masjid Jogokariyan, kepada hidayatullah.com Ahad (25/4/2021).
Bukan rahasia lagi wilayah laut Indonesia yang luar mencari incaran pencuri dan perampok asing. Karena itu, menurut Fanni, kekayaan Indonesia yang berharga ini harus dijaga.
Selanjutnya, Ia mengajak masyarakat ikut tergerak membantu TNI AL mewujudkan armada yang kuat. “Indonesia adalah Negara Maritim, dengan kekayaan laut luar biasa. Dengan memiliki armada kuat, kekayaan laut kelak bisa diwariskan untuk anak cucu kita ke depan,” tambahnya.
Hari Senin, rombongan HAMAS Jogokarian akan menyerahkan dana sebesar Rp 15 juta untuk keluarga awak Nanggala-402 yang gugur. Selain itu juga menyerahkan dana rintisan untuk kapal selam sebesar Rp 6, 5 juta hasil donasi yang telah dikumpulkan.
Bantuan akan segera disampaikan kepada Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) DIY di Jalan Timoho jam 10.00 WIB.
“Insya Allah besuk rombongan Masjid Jogokariyan akan menyampaikan dana simpati dan penghormatan kepada keluarga awak Nanggala-402 dan dana rintisan pembelian kapal selam oleh rakyat Indonesia dimulai dari Masjid Jogokariyan ke Angakatan Laut,” katanya.
Karenanya, ia berharap respon masyarakat luar untuk berpantungan mendung TNI AL mendukung pengamanan wilayah Indonesia. ”Karena pentingnya armada ini, maka keberadaan KRI Nanggala-402, harus segera ada gantinya, dan masyarakat perlu bergotong royong, “ tambahnya.*