Hidayatullah.com- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyambut baik rencana Pimpinan ‘Aisyiyah untuk mengajukan dua tokohnya yakni Siti Hayinah dan Siti Munjiyah sebagai Pahlawan Nasional.
Sebagaimana diketahui, dua tokoh ini merupakan pegiat ‘Aisyiyah yang aktif dalam pergerakan nasional termasuk tokoh dalam Kongres Perempuan Indonesia pertama pada 1928.
“InsyaAllah nanti dengan tim yang kita susun bersama, dan perjuangan mengumpulkan dokumen dan data penting dua tokoh ini kita usulkan pada pemerintah,” tutur Haedar dalam seremoni Milad 104 Tahun ‘Aisyiyah, seperti dilansir dari media Muhammadiyah, Rabu (19/05/2021).
“Kami percaya kedua tokoh ini memang layak untuk menjadi pahlawan nasional meskipun keduanya tentu tidak mengharapkan demikian,” imbuh Haedar.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah sendiri pada masa Haedar Nashir telah berhasil mengawal pengajuan tiga tokoh Muhammadiyah sebagai pahlawan nasional yaitu Ki Bagus Hadikusumo, Mr. Kasman Singodimedjo dan Profesor Abdul Kahar Muzakkir.
Haedar pun tak lupa menyampaikan tahniah atas milad 104 tahun ‘Aisyiyah yang digelar secara daring. “Nah saya bangga menghadiri milad ‘Aisyiyah bukan karena ada di samping Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, tapi betapa acara ini bagus, penuh semangat, khas ‘Aisyiyah yang begitu menggelora dan acaranya bagus. Selamat Milad, InsyaAllah diberkahi Allah,” kata Haedar.
“Saya sapa anak-anakku tercinta, para guru dan seluruh pimpinan ‘Aisyiyah yang mengelola TK ABA lebih dari 22.000 yang tersebar di tanah air dan satu di Kairo Mesir yang telah meletakkan dasar pendidikan Keislaman, pendidikan usia dini sebagai modal penting untuk membangun masa depan umat bangsa dan kemanusiaan semesta,” lanjutnya bangga.
Di bidang pendidikan tinggi, ‘Aisyiyah juga menjadi satu-satunya organisasi perempuan Islam yang memiliki dan mengelola tiga universitas beserta berbagai sekolah tinggi, rumah sakit dan klinik. Universitas ‘Aisyiyah berada di Bandung, Surakarta, dan Yogyakarta.* Azim Arrasyid