Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Presiden Jokowi Menyarankan Sekolah Tatap Muka hanya Dua Kali Seminggu

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Juni 2021 23:07 11:07 pm
Ahmad
Dipublikasikan 7 Juni 2021 23:07
Bagikan
masa jabatan presiden tiga
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Joko Widodo meminta sekolah tatap muka dilakukan secara berhati-hati dengan tidak lebih dari dua kali seminggu, kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Menteri Budi mengatakan instruksi Presiden tersebut disampaikan dalam rapat terbatas dengan para menteri terkait meningkatnya kasus Covid-19 belakangan ini.

Presiden Jokowi — panggilan akrab dia — juga menginginkan kegiatan sekolah tatap muka dilakukan secara hati-hati dan terbatas, kata Budi. Selain hanya boleh dilakukan dua kali dalam seminggu, Jokowi menginginkan sekolah tatap muka hanya dilakukan dua jam dalam sehari dan hanya dihadiri oleh 25 persen dari total jumlah murid.

“Dan opsi untuk menghadirkan anak ke sekolah ditentukan oleh orang tua,” jelas Menkes Budi Gunadi dalam konferensi pers secara virtual di Kantor Presiden pada Senin.

Dia juga menegaskan semua guru harus divaksinasi sebelum sekolah tatap muka dimulai. “Jadi mohon bantuan juga kepala daerah karena vaksinnya kita kirim kepada kepala daerah prioritaskan guru dan lansia,” pungkas dia.

Pemerintah menargetkan program vaksinasi untuk tenaga pendidikan dapat selesai pada akhir Juni dan sekolah tatap muka dilakukan pada Juli 2021. Menurut Menteri Nadiem, penutupan sekolah selama pandemi telah meningkatkan tren putus sekolah, pernikahan dini, hingga kekerasan pada anak.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Anak juga dihadapkan pada risiko learning loss yang akan berdampak panjang pada masa depan mereka.“Risiko ini bukan hanya dari aspek pembelajaran, tapi juga pada masa depan dan psikososial mereka menjadi sangat rentan,” ujar dia.

Menteri Nadiem menuturkan Indonesia cukup tertinggal dibandingkan 85 persen negara di Asia Timur dan Pasifik yang telah membuka kembali sekolah meski pandemi belum usai. Pemerintah telah mengizinkan sekolah tatap muka sejak Januari 2021 berdasarkan izin pemerintah daerah, namun realitasnya baru 22 persen sekolah di Indonesia yang membuka layanan tatap muka sejauh ini.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Joko widodoJokowisekolahtatap muka
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya wamenag Wamenag: Pondok Pesantren di Zona Merah harus Waspada
Tulisan selanjutnya Luhut ke Beijing, Ingin Hubungan Lebih dengan China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?