Hidayatullah.com–Sejumlah warga mendatangi Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Dai di Bandung setelah pria yang menjadi pemimpinya mengaku sebagai rasul. Warga yang marah mendatangi Pusdiklat tersebut yang berlokasi di Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu pada Rabu malam.
Kedatangan warga sempat terekam dalam video berdurasi sembilan detik yang diunggah akun Instagram @dapat_ccan.
Edi Juhendi, camat Buahbatu, membenarkan insiden tersebut. Sebelumnya, pihak polisi dan MUI setempat telah menggelar pertemuan. Hasil pertemuan tersebut, meskipun belum secara resmi difatwakan MUI, menyatakan lembaga itu diduga kuat mengajarkan aliran sesat.
“Fatwanya belum. Jadi kemarin hasil pertemuan, ya sesat,” ujar Edi via sambungan telepon, seperti yang dilaporkan detiknews (24/06/2021).
Ia mengungkapkan bahwa penilaian MUI bahwa lembaga itu sesat atau menyimpang karena pemimpinnya mengaku sebagai rasul. Sementara, perbedaan dalam pelaksanaan ibadah yang dilakukan kelompok itu juga menjadi indikator lain dari kesesatannya.
“Kemarin kita sudah berkumpul juga dengan MUI kecamatan, ya pada prinsipnya boleh dikatakan menyimpang katanya. Salah satu indikatornya dia mengaku rasul, pimpinan yayasannya itu,” ungkapnya.
Diketahui, Pemimpin Pusdiklat berinisial R tersebut sudah diamankan polisi. Sementara sejumlah warga yang mendatangi Pusdiklat mengaku merasa risih terhadap aktivitas yang dilakukan di sana.*