Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dari Syanggit ke Balikpapan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Agustus 2021 11:39 11:39 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Agustus 2021 11:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Syanggit adalah sebuah desa di Libya, tepatnya di sebelah selatan kota Tripoli. Dari desa inilah kita memulai cerita panjang tentang sebuah harakah bernama Hidayatullah. Harakah yang lahir pada 1 Muharam 1393 H ini akan genap berusia setengah abad pada beberapa hari mendatang, yakni pada 1 Muharram 1443.

Desa Syanggit menjadi inspirasi awal bagi Ustad Abdullah Said, sang pendiri Hidayatullah, untuk membangun sebuah kampung peradaban Islam yang sekarang berdiri di Desa Gunung Tembak, Kalimantan Timur.

Seperti apa gambaran Desa Syanggit? KH Mas Mansur, tokoh Muhammadiyah yang hidup pada kurun 1896-1946 M ini pernah mengunjungi desa tersebut saat beliau belajar di Mesir, lalu menuliskannya dalam buku kumpulan tulisannya berjudul Mutu Manikam. Buku ini yang kemudian dibaca oleh Mukhsin Kahar, nama asli Abdullah Said ketika ia masih muda.

Desa Syanggit dipimpin seorang ulama bernama Sheikh Sidi Abdullah. Desa ini dihuni oleh 5 ribu santri. Mereka tinggal di sebuah asrama besar yang terdiri atas 100 kamar yang luas.

Kegiatan para santri Syanggit dimulai pukul 04.00, sebelum azan Shubuh berkumandang. Santri-santri ini bangun, bersiap diri menjalankan shalat Subuh. Shalat diimami langsung oleh Sheikh Sidi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Setelah shalat Subuh, para santri masuk ke kamarnya masing-masing. Biasanya mereka tak tidur lagi. Mereka mengulang-ulang pelajaran yang telah diajarkan sebelumnya, kemudian mempersiapkan diri untuk mengikuti pelajaran di kelas.

Pukul 07.00 pelajaran dimulai hingga pukul 10.00. Selama tiga jam ini  mereka berada di ruang kelas. Setelah itu mereka diperbolehkan belajar di luar kelas.

Ada yang pergi ke tepi sungai, ada juga yang duduk di bawah pohon. Mereka membawa buku pelajarannya masing-masing. Kegiatan di luar kelas ini berlangsung hingga tiba waktu Zhuhur.

Setelah shalat zuhur, mereka makan siang. Setelah itu  mereka tidur hingga pukul 15.30. Usai  shalat ashar mereka latihan pidato dan berdebat.

Antara shalat Maghrib dan Isya mereka diberi kebebasan untuk beribadah sendiri-sendiri. Ada yang tadarrus al-Quran, wirid, tafakkur, berdiskusi tentang hadits, ada juga yang menulis.

Ba’da Isya mereka mengikuti pelajaran akhlak hingga pukul 23.00. Setelah itu, santri-santri shalat tahajjud  hingga pukul 24.00.  Usai shalat tahajjud barulah santri-santri diperkenankan  masuk kamar masing-masing untuk tidur.

Demikian kegiatan penghuni desa ini setiap hari. Khusus pada hari Jumat mereka berolah raga: menunggang kuda, berenang, dan latihan perang-perangan.

Di tengah desa terdapat sebuah sungai. Di sekitar sungai itu penuh tanaman kurma dan tin. Ada juga ladang gandum.

Desa ini memiliki  100 ekor sapi dan 250 ekor kambing peliharaan. Ada juga beberapa ekor unta dan kuda. Itu semua milik Syeikh Sidi.

Santri-santri setiap pagi mendapat suguhan segelas susu sapi. Pada tengah hari mereka mendapat lagi satu gelas susu sapi dengan satu potong roti, keju, serta zaitun.

Ba’da ashar santri-santri tersebut mendapat gorengan korma beserta secangkir susu kambing. Ba’da Isya  mereka mendapat lagi suguhan setengah potong roti, tiga buah tin, dan setengah gelas susu sapi.

Lama belajar di pondok ini sekitar 5 tahun. Di antara 5 ribu santri, ada 500 orang penghafal Qur’an, dan hampir 1.000 orang yang menghafal kitab Muwatta karangan Imam Malik.

Gedung perpustakaannya cukup besar, tapi tidak ada buku filsafat. Kitab Ihya’ Ulumuddin  juga tidak didapati pada deretan buku-buku di perpustakaan itu.

Kalau ada santri yang sakit dikeluarkan dari pondok untuk ditempatkan di ruang  perawatan dan ditemani 2 orang yang ditunjuk oleh si sakit.

Semua santri pandai berenang dan menunggang kuda. Dan, hebatnya lagi, tak ada satupun penghuni pondok yang terlihat merokok. Sebab, merokok memang dilarang keras di tempat ini.

Uniknya lagi, tak seorang pun perempuan terlihat di desa itu. Bahkan, anak-anak perempuan sekalipun. Seolah-olah desa ini adalah desa laki-laki.

Kalau ada santri yang telah lulus, Syeikh Sidi mengadakan syukuran untuk menjamu seluruh santri dengan memotong  3 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Santri-santri yang lulus tersebut diantar oleh Syeikh Sidi, seluruh guru, dan para santri hingga keluar desa. Di kala akan berpisah, mereka semua meneriakkan takbir.

Inilah desa pengkaderan yang diidam-idamkan oleh KH Abdullah Said. Menurut penuturan Ustad Mansyur Salbu, sahabat Abdullah Said, dalam bukunya berjudul Mencetak Kader, Abdullah Said berencana membangun perkampungan semacam itu di Indonesia, meskipun tidak betul-betul persis seperti itu.

Di desa itulah para ulama dan pakar akan berkumpul dan mengajar. Mereka semua menetap di sana, dibangunkan rumah tinggal yang nyaman, dan dicukupi biaya hidup mereka.

Di desa itu pula syariat Islam akan ditegakkan. Pergaulan antar masyarakat akan diatur, pernikahan akan dimudahkan.

Di sana juga akan disiapkan perkebunan dan peternakan kambing dan sapi. Lingkunganya akan ditata rapi sehingga penghuninya akan betah berlama-lama tinggal di sana.*/ Mahladi Murni   (bersambung)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdullah SaidHidayatullahMilad 50 Tahun HidayatullahMilad Hidayatullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pesantren Hidayatullah Balikpapan 50 Tahun Hidayatullah, Merawat Spirit Juang yang Terus Menantang
Tulisan selanjutnya pintu surga berbakti kepada orangtua 8 Kunci Berbakti kepada Kedua Orangtua

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji

Berita
3 Juli 2026 21:03
Ratusan Ribu Orang Padati Teheran, Hadiri Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Pemkot Bukittinggi Gandeng HDM Persempit Ruang Gerak LGBT dan Berantas Narkoba
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Pemerintah, DPR, dan MUI Sambut Positif Wacana RUU Pidana LGBT

Terbaru

  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
  • Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
  • Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
  • MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
  • MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM
  • Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?