Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Fotografer Serang Mayat Muslim India telah Meruntuhkan Nilai-nilai Jurnalistik

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 27 September 2021 11:09 11:09 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 27 September 2021 09:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pegiat jurnalistik yang juga seorang wartawan media internasional, Pizaro Gozali, angkat suara menyikapi kasus, berdasarkan rekaman video, seorang fotografer media India menyerang mayat seorang pria yang tergeletak tak berdaya setelah ditembak polisi.

“Apa yang dilakukan wartawan (fotografer) tersebut telah meruntuhkan nilai-nilai jurnalistik yang dia pegang. Jurnalis saat bertugas dilarang melakukan tindakan kekerasan. Bahkan bertindak kasar pun tidak dibolehkan,” ujar Pizaro kepada hidayatullah.com pada Senin (27/09/2021) saat dimintai tanggapannya.

Pizaro yang pernah menjadi Ketua Umum Jurnalis Islam Bersatu (JITU) periode 2018-2021 ini mengingatkan, walau berbeda pendapat dengan narasumber, seorang jurnalis pun harus menghormati narasumber tersebut. “Tindakan ikut melakukan kekerasan terhadap seseorang dalam sebuah peliputan adalah tindakan yang biadab. Apalagi orang itu baru saja ditembak aparat,” tegas alumnus S-2 Universitas Paramadina Indonesia ini.

Dalam diktum jurnalistik, jelasnya, media adalah penyambung suara kemanusiaan. Media menjadi suara bagi orang-orang yang tidak bisa bersuara (voice of voiceless) serta penyambung lidah bagi orang-orang tertindas.

“Seperti dokter yang menyelamatkan kehidupan seseorang, jurnalis juga bisa menyelamatkan ribuan jiwa dengan berita-berita mereka,” imbuhnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Pizaro menambahkan, etika dalam jurnalistik juga menuntut seorang jurnalis untuk adil, transparan, dan bebas intervensi.

“Dalam video tersebut, terlihat sang jurnalis embed dengan polisi rezim India. Sebagai wartawan embed, dia harus sadar bahwa dia tidak boleh jadi kepanjangan tangan rezim. Dia harus berani bertindak independen dan mengungkap fakta-fakta di lapangan. Bukan kemudian melegetimasi tindakan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dilaporkan Al Jazeera Jumat (24/09/2021), dalam video yang belum diverifikasi secara independen tersebut, seorang pria dengan membawa tongkat kayu tampak berlari menuju sekelompok polisi yang dilengkapi senjata api dan tongkat kayu, di desa Sipajhar distrik Darrang negara bagian Assam hari Kamis.

Fotografer itu, diidentifikasi bernama Bijoy Bania, juga tampak berada di antara anggota polisi bersenjata, yang tiba-tiba melepaskan tembakan bertubi-tubi ke arah korban.

Begitu korban tumbang akibat tembakan polisi, hampir belasan polisi bergerak mengepungnya dan terus memukulinya dengan tongkat.

Korban, yang diidentifikasi polisi sebagai Moinul Haque, tergeletak tak berdaya di tanah, noda merah tampak di pakaian sederhana yang dikenakannya menandakan bagian tubuhnya yang ditembak. Sesaat itu pula Bania kemudian berlari dan melompat untuk menginjak korban di bagian kepala, leher dan perut. Dia juga meninju tubuh korban. Aksinya tersebut dilakukan berulang-ulang.

Fotografer yang menutup wajahnya dengan kain dan kamera tergantung di lehernya itu terus memukul dan menendang jasad korban sebelum ditarik oleh polisi.

Beberapa detik kemudian, Bania kembali berlari dan melompat menginjak dan meninju korban. Sedetik kemudian ini, tubuh Haque tampak tak bernyawa.

Di bagian akhir video berdurasi 72 menit itu, Bania dipeluk-peluk oleh seorang pria bertopi berpakaian sipil yang berada dekat lokasi kejadian bersama kerumunan polisi India.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IndiaJurnalistikMuhammad Pizaro
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penghasilan Bekerja sebagai Youtuber, Apa Hukumnya
Tulisan selanjutnya Marak Penyerangan kepada Ulama, Mahfud MD: Tangkap dan Proses Hukum Pelakunya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?