Hidayatullah.com- Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2018-2020, Irjen Pol (Purn) H Anton Tabah meninggal dunia. Anton Tabah merupakan eks ajudan Presiden ke-2 RI Soeharto.
“Segenap Pengurus Yayasan Al-Fahmu Internasional Indonesia dan Pembina Al-Fahmu Instituse menyampaikan kabar duka mendalam atas wafatnya Irjen Pol (Purn) H Anton Tabah,” ujar Direktur Al-Fahmi Instituse Fahmi Salim kepada hidayatullah.com semalam.
Diketahui, Anton Tabah wafat pada Ahad (10/10/2021). “Pukul 13.00 WIB,” sebut Fahmi Salim.
Menurut Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, Irjen (Purn) Anton Tabah wafat karena sakit. “Ya benar (meninggal dunia). Sakit,” kata Argo dikutip Detikcom, Ahad (10/10/2021) malam.
Almarhum meninggal dunia di rumahnya di Klaten Utara, Klaten, Jawa Tengah. Informasi yang dihimpun, Anton telah dimakamkan pada pukul 13.00 WIB di kediamannya di Margomulyo, Klaten Utara.
Anton Tabah pernah mengatakan, saat ini komunisme telah memanfaatkan euforia reformasi, isu HAM dan demokrasi, serta menumpang isu kemiskinan dan kebodohan.
“Kita harus mewaspadai tujuh radikalisasi yang bisa ditumpangi oleh kaum komunis. Yakni radikalisasi kebebasan, radikalisasi HAM, radikalisasi ekonomi, radikalisasi politik, radikalisasi ideologi, radikalisasi demokrasi, serta radikalisasi agama,” kata Anton pada suatu acara “Sinyalemen Kebangkitan Kembali Gerakan Komunisme di Indonesia”, Selasa (12/02/2013) silam, sebagaimana diberitakan hidayatullah.com. Baca: Di Indonesia, Komunis Gaya Baru Bonceng Isu HAM, Demokrasi dan Kemiskinan
Anton Tabah pernah menulis buku ‘Pak Harto The Untold Stories’ terbitan Gramedia Pustaka Utama. Buku ini menceritakan kehidupan Soeharto.*