Hidayatullah.com — Pesantren Tahfiz Fathan Mubiina Putri Hidayatullah Jakarta Selatan menggelar tasyakuran wisuda Khotmil Qur’an angkatan pertama di Villa Edensor Bogor Selasa (25/01/2022).
Tasyakuran ini penting sebagai bentuk apresiasi usaha keras dari keberhasilan lima santriwati Hafidzah dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dalam program satu tahun.
KH Zainuddin Mussadad dalam tausiahnya mengatakan bahagia betul orang-orang yang mengambil bagian dari program ini. Lebih khusus kepada orangtua adinda, sebab tak kecil pengorbanan mereka.
“Mereka paling wajib berbahagia hari ini, kedua orangtua yang hadir. Sebab saat ini ada mahkota, ada 70 anggota keluarga yang dijamin masuk surga kata Rasulullah,”kata Ust Zain panggilan akrab beliau.
“Terima kasih, saya sudah dibawa dalam kemuliaan dan kebaikan. Tidak menjadi penghafal kalau orangtuanya tidak hebat, ada pengorbanan,” terusnya.
Anggota Dewan Murobbi Pusat Hidayatullah ini mengaku bersyukur karena dilibatkan mempersaksikan lima penghafal Qur’an. Berbahagia sekali, bersyukur, karunia Allah berkumpul ditempat ini, mempersaksikan lima keangungan besar, lima manusia yang di pilih oleh Allah, menjadi pelindung, pejuang dan pecinta Al-Qur’an.
Lagi-lagi Abah dari 6 anak ini menyampaikan kepada para orangtua bahwa prestasi lima adinda ini ada rahmat yang dijanjikan oleh Allah. Bahkan kata beliau seandainya ada upaya mengumpulkan tenaga dan materi yang ada di langit dan bumi maka tidak ada bandingannya dengan ayat-ayat Al-Qur’an.
“Ini hadiah, bukan berupa jumlah uang, sebab Qur’an ini rahmat Allah, berbahagialah mereka, dunianya gembira, akhiratnya gembira,” ungkapnya.
Kepada hadirin, Ust asal Tasik Jawa Barat ini berpesan bahwa hidup ini tidak boleh gagal.
Diakhir tausiah, Ust Zain mengatakan semua pengorbanan adinda para hafidzah menjadi amal jariah yang tidak akan terputus bagi siapapun yang mengambil bagian dalam jalan-jalan kemuliaan ini.
“Para penghafal ini mahal harganya. Menghafal ini proyek seumur hidup bahkan sesudah matipun ketika dia dihidupkan kembali oleh Allah, karena mati dulu baru ada surga,” ucapnya mengakhiri.
Kepada siapapun yang berkomitmen, berkontribusi dalam tasyakuran ini, Ust Zain mendoakan, makin banyak materi tenaga yang kita keluarkan utamanya untuk Qur’an makin besar gantinya oleh Allah. Dia mengingatkan agar jangan kikir dengan agama, kelak di hari akhirat mungkin itu yang akan menolong kita.
Sementara itu, Pimpinan Pesantren Ustadz Ahmad Dahlan menyampaikan Tasyakuran ini merupakan Tasyakuran perdana yang dilaksanakan Pesantren Tahfizh Fathan Mubiina Putri secara meriah. Ini adalah ungkapan rasa syukur kita Pada Allah dan juga sebagai syiar untuk generasi muda agar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman didalam menjalankan kehidupan di dalam Islam.
“Kami menganggap ini adalah proyek besar yang Allah berikan dan tentunya proyek besar ini harus bersungguh-sungguh kita jalankan dengan kerja sama Antara ustadz, ustadzah dan orangtua,”ujar Ustadz Dahlan saat sambutan.
Semoga kelak dari Pesantren Tahfizh fathan mubiina putri ini lahir generasi mujahidah-mujahidah tangguh akhir zaman.
Kegiatan ini terlaksana atas dukungan dari berbagai donatur pesantren, lebih utama kepada keluarga bapak Priyo Budi Santoso selaku sohibul bait (tuan rumah) yang menyediakan berbagai fasilitas untuk terselengaranya kegiatan Tasyakuran ini.
Pesantren Tahfiz Fathan Mubiina putri merupakan Pesantren yang dikembangkan Hidayatullah DPD Jakarta Selatan, mohon doanya semoga ditahun ini 2022 cita-cita mewujudkan pesantren tahfiz putra dapat direalisasikan pula.*