Hidayatullah.com — Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, Ahmad Zubaidi meresmikan Pesantren Cinta Quran Center (CQC) di Kawasan Bintaro Jaya Sektor 9 Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Jumat 01 April 2022.
Disaksikan tamu undangan, peresmian Pesantren sekaligus gedung Dakwah CQC dilakukan dengan memukul kentungan juga dimeriahkan oleh penampilan Rampak Bedug Ciwasiat Banten.
Ahmad Zubaidi menyampaikan saat ini umat Islam mengalami kemunduran. Para ulama telah mendiskusikan ini dengan pertanyaan kenapa orang Islam itu mundur dan umat lain itu maju. “Kesimpulannya ternyata umat Islam meninggalkan Al-Quran. Dan umat yang bukan Islam justru yang mengamalkan ajaran Al-Quran,” ujar Kiai Zubaidi dalam taujihnya.
Berbeda dengan bangsa Barat lanjut Zubaidi, yang justru mengamalkan ajaran dalam Al-Quran, terlihat mereka melakukan penelitian dengan sunguh-sungguh. Bagaimana mereka membangun peradaban, bagaimana mereka mempratikkan kebersihan dan sebagainya. “Umat Islam mengabaikan Al-Quran. Soal kebersihan saja sudah sangat kelihatan,” tegasnya.
Dia menuturkan saat bangsa Barat sibuk dengan menciptakan teknologi yang modern. Umat Islam masih asik dengan perbedaan pendapatnya, yang diiringi dengan perselisihan.
“Ini sangat memiriskan hati kita. Umat Islam kalau ingin mendapatkan masa keemasannya, untuk memimpin dunia maka tidak lain harus kembali mengamalkan ajaran Al-Quran,” tegasnya.
Itulah kenapa pesantren Al-Quran itu penting. Hal lain yang membanggakan dari pesantren Quran yakni belajar Islam secara komprensif pula. Selain itu, Ia turut merasa senang sebab kini pesantren mengajarkan nilai-nilai kebangsaan. “Insyallah akan menghadirkan peserta didik yang mumpuni dalam bidang agama, keduniaan dan urusan bangsa. Santri ini akan memperkokoh keberadaan Indonesia,” tukasnya.
Pesantren CQC merupakan pusat pendidikan untuk melahirkan da’i-da’i Quran yang akan menghantarkan hidayah Al-Quran ke seluruh penjuru Indonesia. Lembaga ini dipelopori Ustadz Fatih Karim.
Pesantren ini khusus bagi lulusan SMA atau sederajat. Santri ditempa selama 2 tahun untuk menjadi penghafal Quran yang berjiwa pemimpin dan entrepreneur. Pesantren ini diperuntukkan putra-putri melalui seleksi. Nantinya mereka mendapatkan beasiswa penuh.
“Cinta Quran Center akan berjalan secara penuh di tahun ajaran 2022/2023 ini, dan akan membina santri santri putra dan putri sejumlah 260 orang dari seluruh provinsi di Indonesia,” tulis rilis Cinta Quran Foundation seperti yang diterima Hidayatullah.com.*




