Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Cacar Monyet Ditetapkan Sebagai Darurat Kesehatan Global, Kemenkes Tegaskan Indonesia Belum Terpapar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Juli 2022 09:00 9:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Juli 2022 09:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Mohammad Syahril menegaskan, hingga saat ini kasus Monkeypox atau Cacar Monyet di Indonesia belum ditemukan. Hal itu ia sampaikan usai Organisasi kesehatan dunia (WHO) menetapkan monkeypox atau cacar monyet sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau kedaruratan kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian dunia.

PHEIC merupakan level kewaspadaan paling tinggi di bidang kesehatan, yang artinya dipandang memiliki ancaman signifikan bagi kesehatan global dan membutuhkan koordinasi respons internasional. Panduan terkait pencegahan dan penanganan akan dikeluarkan oleh WHO.

Status serupa juga ditetapkan untuk COVID-19 pada Januari 2020 sebelum akhirnya berubah menjadi pandemi.

“Sampai sekarang belum ada kasus di Indonesia,” ujar Syahril, Ahad (24/7/2022), dilansir oleh Kompas.

Meski Indonesia belum terpapar cacar monyet, Dirut RSPI Suliati Suroso ini menyatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan di pintu-pintu kedatangan luar negeri seperti kantor kesehatan pelabuhan (KKP), maupun bandara. Penyakit ini dilaporkan telah meluas di lebih dari 70 negara.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kemenkes RI telah menyiapkan dua laboratorium untuk mendeteksi monkeypox.

Pertama, Lab Pusat Studi Satwa Primata LPPM IPB Bogor, dan Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Sri Oemiyati, BKPK, Jakarta.

“Kita siapkan dua laboratorium rujukan pemeriksaan monkeypox di Indonesia,” kata Dokter Syahril pada konferensi pers secara virtual di Jakarta pada Jumat (24/6).

Sampai saat ini belum ada kasus kematian yang disebabkan oleh monkeypox di negara-negara yang sudah melaporkan.

“Kita diimbau untuk tetap tenang dan tetap waspada karena ini juga sangat menular dan membuat tidak nyaman bagi kita semua,” tuturnya.

Yang perlu diperhatikan, lanjut dr. Syahril adalah adanya komplikasi yakni infeksi sekunder, bronkopneumonia, maupun sepsis, ensefalitis, infeksi kornea sehingga menyebabkan kebutaan.

Dilansir oleh CNBC, WHO sempat menolak penetapan kedaruratan global untuk cacar monyet dalam sidang terakhir bulan lalu. Namun seiring makin meningkatnya infeksi dalam beberapa pekan, Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memutuskan cacar monyet naik level menjadi kedaruratan global atau PHEIC.

Saat ini lebih dari 16 ribu kasus cacar monyet telah dilaporkan di lebih dari 70 negara. Jumlah konfirmasi kasus meningkat 77 persen dari akhir Juni hingga awal Juli.

Sebanyak 5 kematian dilaporkan di Afrika tahun ini, sedangkan di luar Afrika belum ada kematian yang dilaporkan. Sebagian besar kasus cacar monyet sembuh dalam 2-4 pekan menurut US Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

WHO terakhir kali menetapkan kedaruratan global PHEIC ketika persebaran COVID-19 mulai meluas, tepatnya pada Januari 2020. COVID-19 kemudian naik level menjadi pandemi.

Berbeda dengan COVID-19, cacar monyet bisa dipastikan bukan merupakan penyakit baru. Penyakit ini sudah ditemukan sejak 1958 pada monyet di Denmark, dan kasus pertama pada manusia dikonfirmasi pada 1970 di Zaire atau kini Republik Demokratik Congo.

Virus cacar monyet juga masih berkerabat dengan smallpox atau cacar, yang gejalanya lebih ringan. Dunia dinilai sudah punya pengalaman puluhan tahun menghadapi cacar yang dinyatakan telah tereradikasi pada 1980. Pengalaman sukses mengeradikasi cacar diyakini memberi pengetahuan penting untuk melawan cacar monyet.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Cacar Monyet di IndonesiakemenkesMonkeypoxvirus cacar monyetwabah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya menteri bahrain Menolak Berjabat Tangan dengan Pejabat Zionis ‘Israel’, Menteri Bahrain Dipecat
Tulisan selanjutnya BNPT Tuding ACT Lakukan Transaksi Mencurigakan: Penerima Ada di Turki-India

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Berita
16 Oktober 2026 14:29
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?