Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Cacar Monyet Resmi Masuk Indonesia, Ini Beberapa Hal yang Perlu Diketahui

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Agustus 2022 04:07 4:07 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Agustus 2022 07:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengumumkan kasus cacar monyet atau monkeypox resmi masuk ke Indonesia. Hal itu setelah kasus pertama cacar monyet ditemukan di Jakarta, Indonesia.

Daftar isi
  • 1. Kasus Cacar Monyet Pertama di Indonesia
  • 3. Gejala Cacar Monyet dan Masa Inkubasinya
  • 4. Gubernur Anies Monitor Kasus Pertama Cacar Monyet di Jakarta
  • 5. IDI Gencarkan Koordinasi ke Dinkes Daerah
  • 6. Imbauan Kemenkes Terkait Kasus Cacar Monyet di Indonesia
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Informasi ini disampaikan Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril dalam konferensi pers yang berlangsung Sabtu (20/8/2022). Menurut Syahril, pasien cacar monyet pertama di Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 27 tahun.

Pria tersebut berasal dari DKI Jakarta dan diketahui baru pulang dari luar negeri, tapi Kemenkes tidak menyebut negara apa yang dikunjungi. Syahril juga menjelaskan bahwa pasien tersebut tidak mengalami gejala yang terlalu berat.

Berikut adalah sejumlah informasi yang perlu diketahui terkait kasus cacar monyet di Indonesia.

1. Kasus Cacar Monyet Pertama di Indonesia

Kementerian Kesehatan (kemenkes) telah mengkonfirmasi pasien virus cacar monyet pertama di Indonesia ditemukan di DKI Jakarta. Pasien itu adalah seorang laki-laki berusia 27 tahun

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Dan hari ini pasiennya ada yang satu terkonfirmasi dari DKI Jakarta, seorang laki-laki 27 tahun,” kata juru bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril dalam konferensi pers, Sabtu (20/8/2022).

Syahril mengungkapkan bahwa baru tadi malam dia mengetahui pasien terkonfirmasi cacar monyet yang diketahui dari tes PCR. Dia juga menyatakan bahwa pasien tersebut baru pulang dari luar negeri.


2. Pasien Cacar Monyet Pertama di Indonesia Alami Beberapa Gejala

Juru bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril mengungkapkan pasien virus cacar monyet pertama di Indonesia mengalami beberapa gejala. Pasien mengalami gejala cacar monyet sejak Ahad (14/8/2022).

“Dengan gejala di tanggal 14 itu ada demam, kemudian ada pembesaran kelenjar limfa. Tapi keadaan baik, artinya tidak sakit berat,” ungkap Syahril.

“Dan ada cacarnya atau ruam-ruamnya di muka, di telapak tangan, kaki, dan sebagian di alat genitalia,” imbuhnya.

Syahril juga mengatakan Indonesia sudah bersiap menghadapi kasus cacar monyet. Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai obat-obatan.

3. Gejala Cacar Monyet dan Masa Inkubasinya

Juru bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril menjelaskan masa inkubasi cacar monyet berlangsung selama 5 hingga 21 hari. Selain itu disebutkan pada masa inkubasi, pasien akan merasakan beberapa gejala demam tinggi hingga nyeri pada bagian kepala.

“Masa invasi (0-5 hari), demam tinggi, sefalgia berat, limfadenopati, myalgia dan astenia,” jelasnya.

Selanjutnya disebutkan terdapat masa erupsi yang terjadi pada 1-3 hari pasca demam. Syahril menyebut pada masa ini pasien akan mengalami ruam pada kulit.

“Masa erupsi (1-3) hari pasca demam terjadi ruam pada kulit. Ruam 95% mengenai wajah, telapak tangan dan kaki 75%, mukosa 70%, alat kelamin 30%, selaput lendir mata 20%,” kata Syahril.

4. Gubernur Anies Monitor Kasus Pertama Cacar Monyet di Jakarta

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengkonfirmasi adanya pasien pertama virus cacar monyet atau monkeypox di DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya sedang melakukan monitoring terkait kasus tersebut.

“Kita sedang melakukan monitoring,” kata Anies di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad (21/8/2022), dilansir oleh _Detikcom_.
Anies memastikan pihaknya terus melakukan pemantauan terkait perkembangan kasus monkeypox. Di lantas meminta agar perkembangan kasus ditanyakan kepada Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

5. IDI Gencarkan Koordinasi ke Dinkes Daerah

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengkonfirmasi pasien pertama virus cacar monyet di DKI Jakarta. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) akan serius berkoordinasi secara lintas daerah dalam upaya deteksi dini penyakit tersebut.

“Kami meminta tim medis dan tenaga kesehatan untuk tetap waspada dan segera melaporkan pada dinas kesehatan setempat apabila ditemukan pasien dengan gejala mirip cacar monyet supaya bisa segera ditangani dan ditindaklanjuti,” kata Ketua Umum PB IDI Adib Khumaidi, seperti dilansir _Antara_, Ahad (21/8/2022).

Hal ini disampaikan Adib sebagai respons atas temuan kasus perdana monkeypox atau cacar monyet yang dialami seorang warga di DKI Jakarta. Dia menyebut nantinya PB IDI akan terus berkoordinasi dengan Kemenkes RI dan Dinkes seluruh daerah untuk mewaspadai penyakit tersebut. Dia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang sekaligus waspada terhadap temuan kasus perdana penyakit cacar monyet di Indonesia.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Satgas Monkeypox atau Clades PB IDI dr Hanny Nilasari. Dia mengingatkan meskipun saat ini sejumlah wilayah kegiatannya telah dilonggarkan namun masyarakat juga wajib menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Bagi yang merasa bergejala dapat segera berobat menemui dokter terdekat,” katanya.

6. Imbauan Kemenkes Terkait Kasus Cacar Monyet di Indonesia

Perihal kasus cacar monyet pertama di Indonesia, Kemenkes meminta masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), protokol kesehatan, waspada dengan gejala dan menghindari kontak. Bila bergejala segera ke Puskesmas/RS,” kata juru bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril, Sabtu (20/8/2022), dilansir oleh _Detikcom_.

Syahril juga mengatakan masyarakat perlu mewaspadai bila ada gejala yang dirasakan. Menurutnya masyarakat perlu segera melakukan pemeriksaan ke Puskesmas maupun Rumah Sakit bila merasakan gejala cacar monyet.



Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Cacar monyetCacar Monyet di IndonesiaNasional
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya salafi wahabi cocok Beberapa Pihak Sebut Cadar Pakaian Gurun, Mahfud Md: Yang Bilang Paling Abu Janda
Tulisan selanjutnya Survei Capres Algoritma: Anies Tertinggi Kedua, di Atas Prabowo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?