Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Yahya Cholil Staquf Sebut R20 Sarana Menjadikan Agama Solusi Berbagai Permasalahan Dunia 

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 November 2022 10:52 10:52 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 November 2022 07:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintan Indonesia akan membuka Forum Religion of Twenty (R20) yang digelar pada 2-3 November 2022. Konferensi internasional itu diinisiasi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, gagasan konferensi tokoh agama internasional ini muncul setelah penyelenggaraan Muktamar ke-34 NU di Lampung pada Desember 2021 lalu. Idenya adalah agar para pemimpin dunia berkumpul dan berdialog secara jujur tentang dua topik utama.

“Pertama, bagaimana kita menyikapi realitas problematik hubungan antar umat beragama yang berbeda dan realitas situasi yang masih sangat problematis di berbagai tempat di dunia ini,” ujar Yahya dalam konferensi pers di di Grand Hyatt, Kawasan Wisata Nusa Dua Bali, Kabupaten Badung, Selasa (1/11/2022).

Kedua, lanjut dia, untuk membahas tentang bagaimana para pemuka agama dapat mengembangkan visi bagaimana menjadikan agama sebagai solusi atas berbagai permasalahan dunia dengan menanamkan nilai-nilai luhur dan agama dalam dinamika politik dan ekonomi internasional.

“Karena Indonesia adalah tuan rumah forum G20 tahun ini, maka NU kemudian mengajukan gagasan itu ke pemerintah kepada Presiden Joko Widodo dan mengusulkan gagasan itu untuk diadopsi ke forum G20 dan mendapat persetujuan dari pemerintah,” ujar Yahya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurut dia, visi dari R20 ini adalah menjadikan gerakan ini sebagai gerakan global. Di berharap, forum R20 ini kedepannya bisa menjadi agenda tahunan dalam forum G20.

“Kita ingin membawanya lebih jauh, tidak hanya satu acara konferensi, tetapi kita mencari pengembangan ide ini menjadi gerakan global. Itu sebabnya kami membawa ide ini ke pemerintah ke forum G20, sehingga forum agama G20 dapat diadopsi ke forum tahunan G20 dari tahun ke tahun,” jelas Yahya.

Untuk menjadikan gerakan global, tambah dia, tentunya PBNU membutuhkan mitra yang sangat kuat dan terkemuka untuk bergabung dan berjalan bersama untuk mewujudkan ide besar tersebut. 

“Oleh karena itu kami mengundang Liga Muslim Dunia (MWL) yang dianggap sebagai entitas terpenting dalam organisasi internasional dunia ini, untuk menjadikan gagasan ini menjadi gerakan internasional lebih realistis untuk dicapai. Insya Allah,” kata Yahya. 

Sebelumnya, kegiatan R20 ini menuai sorotan karena rencana kehadiran Ram Madhav, anggota eksekutif nasional Rashtriya Swayamsevak Sangh atau RSS. RSS adalah organisasi kelompok nasionalis Hindu sayap kanan India yang selama ini melakukan penindasan terhadap umat muslim India.

Juru Bicara Forum R20 Muhammad Najib Azca dendiri menjelaskan ihwal keterlibatan RSS dalam kegiatan ini.

Alasan pertama, R20 merupakan agenda yang menempel pada forum G20 yang sebagian pesertanya mewakili negara-negara dalam forum G20. India termasuk salah satunya.

“Representasi tokoh-tokoh agama anggota G20 akan diundang. Kita mengikuti pola dan pakem G20,” kata Najib dilansir oleh Tempo, Kamis, 29 September 2022.

Meski demikian, ada peserta R20 yang bukan representasi anggota G20. Najib mencontohkan kehadiran tokoh agama dari Vatikan dan Uni Emirat Arab.

Kedua, perwakilan RSS diundang karena organisasi itulah yang direkomendasikan oleh pemerintah India. Sebab, RSS merupakan akar kekuatan dari Partai Bharatiya Janata (BJP) yang saat ini berkuasa di negara itu.

Apalagi, Presidensi G20 pada 2023 akan dipegang India. Karenanya, NU sebagai penyelenggara berkoordinasi dengan pemerintah India dan mendapatkan rekomendasi dari mereka. “Untuk India, kita mengikuti rekomendasi, yaitu dari RSS,” katanya.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:PBNUR20RSSYahya Cholil Staquf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya islam komprehensif Haedar Nashir: Jangan Ada yang Merasa Mazhabnya Besar Lalu Ingin Menguasai Seluruh Umat dan Negara
Tulisan selanjutnya Tidak Dibela Anaknya, Wanita Amerika Pemimpin Batalyon ISIS Dibui 20 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?