Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sejarah Islam di Rantau Nusantara Harus Diluruskan

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 3 November 2011 09:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Buku-buku sejarah tentang Islam dan Melayu yang dominan saat ini harus dibenahi. Seperti kebanyakan pandangan sejarawan yang mengatakan bahwa Islam tidak meresap ke dalam jati diri masyarakat Melayu Indonesia. 
Pernyataan ini disampaikan Dr Adian Husaini dalam acara bedah buku Historical Fact and Fiction di Gedung Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya, hari Rabu (2/11/2011) kemarin.

Menurut Ketua Program Studi Pendidikan Islam—Program Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor ini, selama ini, suara miring islamisasi di Nusantara banyak dilakukan oleh kalangan orientalis.

“Dikatakan, Nusantara mundur dikarenakan dihancurkan oleh Islam, setelah mengalami kejayaan pada masa kerajaan Hindu-Budha”, jelas Adian A pada acara bedah buku karya terbaru Prof.Dr.Syed M.Naquib al-Attas ini.

Pandangan ini, tidak lain merupakan framework orientalis dalam menganalisis sejarah Islam di Nusantara.

Menurut Dr.Hamid Fahmy Zarkasyi,M.Phil yang juga pemateri pada bedah buku tersebut mengatakan, kesalahan sejarawan orientalis adalah, mereka hanya melakukan penelitian empiris dan asumsi dasar yang digunakan adalah asumsi yang tidak berdasar agama sama sekali.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Suara-suara miring tentang Islamisasi Nusantara telah ada sejak era penjajahan Belanda. Salah satu keberhasilan usaha penjajah dan orientalis adalah meskipun Indonesia mayoritas Muslim, akan tetapi simbol-simbol Negara dan simbol sejarah jauh dari warna Islam.

Adian mencontohkan, keberadaan masjid-masjid bersejarah dan pondok pesantren tidak dianggap penting ketimbang candi. Anak-anak sekolah lebih mengenal dan membanggakan Gajah Mada dari pada Raden Patah dan Wali Songo. Sehingga timbul pemikiran bahwa peradaban candi yang hindu merupakan jati diri bangsa Melayu. Sedangkan wajah Islam sebenarnya justru ditutupi.

Buku Historical Fact and Fiction karya al-Attas ini berusaha menepis fakta-fakta fiktif tersebut.

Menurut pakar filsafat sejarah ini, pengislaman Nusantara telah disiapkan bertahun-tahun, dilakukan secara sistematis, terencana, konsisten dan dilakukan para ulama’ yang hebat. Jadi, kata Adian Husaini, islamisasi Nusantara tersebut bukan asal-asalan.

Mereka memang sengaja datang ke rantau Nusantara untuk menyebarkan Islam. Karenanya, buku ini juga menepis anggapan bahwa pengisalaman Nusantara bukan dilakukan oleh pedagang, sufi atau kaum Syi’ah. Tapi mereka adalah d’ai yang sengaja diutus resmi untuk menyebarkan Islam, ujar Adian.

Dalam buku tersebut juga diungkapkan sebuah hikayat yang menyebut bahwa Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7. Dan kuat dugaan penyebaran itu atas perintah sahabat generasi awal.

Salah satu hal penting dalam buku ini menurut Dr. Hamid adalah framework studi sejarah Islam.

“Yang ditawarkan al-Attas dalam buku tersebut adalah seorang sejarawan harus tahu dengan teliti agama yang diteliti, tidak seperti orientalis yang tahu Islam secara parsial. Selain itu sejarawan harus paham simbol-simbol agama, bahasa yang digunakan da’i mencerminkan worldview,” jelas Hamid.

Berkaitan dengan bahasa, al-Attas dengan tegas mengatakan bahwa bahasa Melayu menjadi bahasa pengantar dalam dakwah. Islamisasi itu melalui bahasa Melayu. Kosa kata kunci dalam Islam dimasukkan ke dalam bahasa Melayu.

“Makanya, banyak sekali istilah-istilah bahasa melayu dan Indonesia yang diserap dari bahasa Arab,” tambah Hamid.

Menurutnya ini bukan tanpa sengaja. Akan tetapi memang pandangan hidup bangsa Nusantara itu telah menjadi Islam melalui bahasa melayu.

“Inilah yang disebut islamisasi worldview,” pungkasnya. Sehingga peradaban Nusanatara pada era penyebaran Islam adalah peradaban Islam yang bercorak melayu.

Berdasarkan hal tersebut, menurut Adian, al-Attas dalam buku tersebut sesungguhnya mengaskan bahwa bahasa Melayu dan Islam itu menjadi faktor pemersatu Nusantara, bukan Gajah Mada yang selama ini dipahami dalam buku-buku sejarah.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrateorientalis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Antusiasme Bedah Buku
Tulisan selanjutnya Awas! Menjajakan Diri Bisa Didenda Rp 50 Juta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?