Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Umat Islam, Berbeda Mazhab harus Bersatu dalam Politik

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 Februari 2014 09:12 9:12 am
Ahmad
Dipublikasikan 10 Februari 2014 09:12
Bagikan
Salah satu pendiri PPI, KH Cholil Ridwan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perbedaan mazhab di antara umat Islam, seharusnya tidak menceraikan ukhuwah politik bukan percerai-beraian. Demikian disampaikan Ketua MUI Pusat, KH. Cholil Ridwan dalam Pengajian Politik Islam (PPI) di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta, Ahad, 9 Februari 2014.

“Satunya tahlilan, satunya nggak. Satunya qunut, satunya nggak. Itu urusan kamar masing-masing. Tapi ketika di depan ada ancaman terhadap umat Islam, itu adalah musuh bersama,”jelas Kiai Cholil.

Enam M bisa Kalahkan Empat M

Dia juga mengatakan,
Padahal umat Islam memiliki amunisi senjata yang jauh melampaui itu semua: Masjid, Mushola, Ma’had (Pesantren), Muslimin, Majelis Taklim dan Makbul.

Melalui keenam unsur M tersebut, kita bisa memperoleh kemenangan telak.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Cholil bercerita, sebuah kelurahan di Sukabumi setiap pekannya mengkaji kitab sistem pemerintahan masjid. Saat pemilihan Kepala Desa, ternyata ada salah seorang jamaah di pengajian tersebut ikut mencalonkan diri.

“Kalian pilih orang ini! Ini orang shaleh,”begitu kata sang Kiai seperti ditirukan Cholil. Dan seluruh anggota pengajian memilih calon tersebut.
Pada akhirnya, Ia mendapat kemenangan mutlak, tanpa keluar uang sepeserpun.

Jaringan berbagai Organisasi massa (Ormas) Islam di selurub Indonesia seharusnya bisa memberi dukungan signifikan dalam kasus seperti ini.

“NU mengklaim punya 18 ribu pesantren di seluruh Indonesia. Belum lagi -Ormas- di luar NU, punya 3 ribu pesantren,”ungkapnya.

Cholil juga menambahkan, pergerakan umat Islam jangan sampai terhalang oleh keterbatasan uang.

“Siapa bilang kita tidak punya uang? Uang zakat bisa digunakan untuk membiayai para pejuang yang berjihad tulus, ikhlas di jalan Allah (Fi Sabilillah),”ulasnya. Dana tersebut akan menghindarkan umat Islam dari suap (risywah).

Sebagai perbandingannya, Cholil mengambil ilustrasi dana infak para jamaah sebuah aliran sesat. Seusai pengajian, para jamaah diminta mengumpulkan uang infak minimal 10 persen dari penghasilannya.

Hasilnya, dalam sebulan, jumlah spektakuler Rp. 20 Milyar berhasil terkumpul.  Dalam pandangannya, jika jamaah aliran sesat di Indonesia yang jumlahnya hanya beberapa juta orang saja bisa mengumpulkan dana sedemikian besar, sangat mungkin ratusan juta umat Islam melakukan hal yang sama.

“Dari uang itu kita bisa membiayai dakwah memenangkan partai Islam,”tandas Wakil Ketua Umum Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) 2011-2014 itu.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PPP yakin Koalisi Poros Tengah bisa Terwujud
Tulisan selanjutnya LDII Dilaporkan FRIH ke Kejagung Senin Ini

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?