Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sepanjang Ghibah, Infotainment Dinilai Bukan Produk Jurnalistik

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 28 Februari 2014 16:47 4:47 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 28 Februari 2014 16:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Infotainment tidak sesuai dengan kaidah jurnalisme, sebab kebanyakan berisi pergunjingan (ghibah). Sepanjang masih begitu, infotainment tak layak disebut produk jurnalistik.

Wartawan senior Herry Mohammad menyampaikan itu dalam acara tukar pendapat dan silaturahim dengan jajaran Kelompok Media Hidayatullah (KMH) di Polonia Jakarta Timur, Kamis, 27, Rabiul Akhir 1435 H (27/2/2014).

Menurut Herry yang juga Redpel pada satu majalah nasional, fungsi media massa memberi informasi, mengkritik, dan mengedukasi masyarakat. Sedangkan infotainment isinya ghibah, tidak mendidik.

“Yang begini kan nggak boleh,” tegas Herry.

Namun, baginya, unsur hiburan dan semacamnya boleh saja dalam media massa. Tapi bukan unsur utama. Jika unsur hiburannya yang diutamakan, otomatis media tersebut gagal.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Herry juga menegaskan, para jurnalis harus jujur menyampaikan fakta berita dalam kondisi bagaimana pun, termasuk saat perang. Terutama menyangkut informasi-informasi yang umum.

“Ini sebenarnya yang jadi persoalan di dunia jurnalistik,” ungkap mantan wartawan Tempo ini.

Herry pun menyinggung perilaku buruk “wartawan amplop”, yaitu wartawan yang menerima duit dari narasumbernya.

Menurutnya, saat diberi duit oleh narasumber, wartawan jangan menerimanya. Sebab rawan campur tangan pemberi duit.

“Kalau kita terima duit dari narasumber, narasumber bisa ngatur kita. Nanti kalau tulisannya nggak muncul, ditelepon, ‘Kenapa nggak muncul?'” dalihnya mencontohkan.

Atau bisa saja kalau berita yang ditulis wartawan tersebut muncul di medianya, narasumber mengintervensi jika tak sesuai dengan keinginannya.

Herry mengatakan, setiap perilaku wartawan harus disesuaikan dengan ritme kerja perusahaannya, bukan sebaliknya.

“Nggak bisa (wartawan) pakai perilaku dia sendiri,” imbuhnya.

Wartawan pun, tambah Herry, harus senantiasa menjaga komunikasi dengan atasannya. Misalnya dengan selalu mengaktifkan telepon selularnya (handphone/HP) agar mudah dihubungi.

“Kalau ada wartawan HP-nya dimatikan terus, itu bukan wartawan. Itu pengusaha,” ujarnya berkelakar dalam bincang-bincang ringan itu.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal RUU JPH, Kemenag :Tidak Masalah Jadi Pelaksana Sekaligus Pengawas
Tulisan selanjutnya Pekikan Takbir, Jusuf Kalla Buka IBF 2014

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Berita
13 Oktober 2026 00:13
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?