Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Saat Media jadi Partisan, Masih Perlukah Netralitas? (2)

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 16 Juli 2014 11:58 11:58 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 16 Juli 2014 11:54
Bagikan
Sebuah media asing meliput suasana pencoblosan pada Pilpres 2014 di Jakarta.
Bagikan

Hidayatullah.com–Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi – Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS)  Sirikit Syah mengatakan, sebagai pilar keempat, pers Indonesia kini  telah berpihak bahkan bisa dikatakan tendensius, bias, bahkan tak malu-malu menjadi corong propaganda politik.

Padahal, menurutnya, membangun kepercayaan publik dan reputasi terhadap sebuah media tidak mudah. Perlu waktu lama dan biaya mahal.

Hal itu, katanya, telah dikorbankan oleh para pemilik media demi kepentingan sesaat dan segolongan.

“‘Kegilaan’ ini melanda semua media, tak hanya yang ‘abal-abal’, tapi juga justru media mainstream, yang pengaruhnya lebih besar pada rakyat. Saya tidak heran kalau Aburizal Bakri dan Harry Tanoe korbankan medianya. Mereka bukan orang pers,” sebutnya.

“Yang saya heran orang yang jadi panutan kami di dunia pers selama ini: Dahlan Iskan, Surya Paloh, Jacob Oetama, Goenawan Mohamad… Ikut-ikutan mengorbankan kredibilitas dan reputasi medianya. Saya heran,” lanjutnya sembari menyebut nama-nama pemilik media mainstream di Indonesia.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah
Capres Joko Widodo saat diangkat kru wartawan Tempo untuk jadi cover Laporan Utama
Capres Joko Widodo saat diangkat kru wartawan Tempo di studio majalah itu untuk jadi cover Laporan Utama

Dia pun mengungkap, ada dalang besar yang kaya raya, yang sanggup menggelontorkan dana kepada media-media besar untuk mengusung salah satu capres.

“Ambisi berlebihan seperti ini justru patut dicurigai,” pesannya mewanti-wanti tanpa menyebut dalang yang dimaksud.

Boleh Tidak Netral, Asal

Media massa sebenarnya boleh saja bersikap tidak netral. Asalkan, kalau menurut Herry, jika sudah menyangkut suatu nilai dan kebenaran. Yang dimaksud adalah ideologi dan syariat bagi umat Islam, misalnya.

“Keberpihakannya itu kan ke sana, nilai perjuangan, nilai aqidah. Ada kebenaran, kebenaran berita,” jelasnya.

Sementara soal dukung-mendukung capres-cawapres saat ini, menurut Herry, bukan perjuangan syariat.

“Siapa yang berani mengatakan kedua calon (kandidat pilpres 2014) ini memperjuangkan syariat. Kalau sudah menyangkut perjuangan syariat, itu baru bisa dikatakan benar,” ujarnya.

Menurutnya, isu memperjuangkan syariat hanya diusung oleh para pendukung kandidat. Selebihnya, kata dia, platform para capres soal syariat tidak ada.

Majalah Sabili (versi baru) cenderung judulnya membela Prabowo
Majalah Sabili (versi baru) cenderung judulnya “Prabowo Akankah Laksana Umar dan Hamzah”

Sedangkan menurut Amran, media boleh berpihak asal sebatas tajuk rencana. “Kalau berita ya jangan (berpihak),” ujarnya.

Amran mencontohkan pada Pemilu 2008 di Amerika Serikat, ketika capres Barack Obama bertarung dengan John McCain. Saat itu, yang Amran lihat, sejumlah media seperti The New York Times dan The Washington Post menyatakan dukungannya kepada Obama.

“Tapi tidak ada satu berita pun yang mereka berpihak (ke Obama), itu hanya ada di tajuk rencana tadi. (Media) berpihak tidak masalah, tapi seperti yang dilakukan The New York Times tadi,” ujar Amran.

Dahlan Iskan menerbitkan Obor Rakhmatan Lil Alamin membela Jokowi. Belakangan banyak dikomplain para kiai dan ulama karena dinilai isinya bohong
Dahlan Iskan menerbitkan Obor Rakhmatan Lil Alamin membela Jokowi. Belakangan banyak kiai dan ulama komplain  merasa namanya dicatut
Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:medianetral
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saat Media jadi Partisan, Masih Perlukah Netralitas? (1)
Tulisan selanjutnya ACT Terima Zakat dari Komunitas Muslim Jerman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?