Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dr Abdul Muta’ali: Jutaan Orang Ikut Pertemuan Zionis, Indonesia seperti Tom and Jerry

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 12 Oktober 2014 14:20 2:20 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 12 Oktober 2014 14:20
Bagikan
Bagikan
Hidayatullah.com– Direktur Pusat Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia Dr Abdul Muta’ali mengungkap, ada sejuta lebih orang Indonesia yang ikut  pertemuan Zionis. Hal ini diungkapkannya pada acara talkshow bertema “Menjejak Kemenangan Shalahuddin” di Meeting Room 1 MUC Building, Jl Simatupang No 15, Jakarta, Sabtu (11/10/2014).
“(Ada) 1,3 juta (orang ikut) liqo’ Zionis. (Mereka) yang suka ikut lebaran Yahudi,” ujarnya sebagai pemateri tunggal pada acara besutan Asia-Pacific Community (ASPAC) for Palestine itu.
Abdul Muta’ali mengatakan, orang-orang yang dipengaruhi Zionisme itu telah menguasai Indonesia, termasuk secara ekonomi dan politik. Sehingga saat ini umat Islam seperti tak punya kekuatan.
“Persis (Film) Tom and Jerry,“ ujarnya di depan puluhan hadirin.
Seperti diketahui, Tom and Jerry merupakan film kartun yang menceritakan seekor kucing besar (Tom) dan seekor tikus kecil (Jerry) yang kerap berseteru. Meski besar, Tom seringkali dibuat tak berdaya oleh Jerry yang cerdik.
Muta’ali menggambarkan, posisi umat Islam di Indonesia seperti Tom, sedangkan Zionis seperti Jerry. “Walaupun umat Islam itu besar tapi tak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.
Ia mengatakan, salah satu konsep Zionis menguasai Indonesia dengan membeli tanah. Dalam catatan hidayatullah.com, ia menyebut inisial sejumlah perusahaan raksasa bidang properti di negeri ini, seperti AM dan SR.
“Konsepnya sama, beli tanah. Makanya saudara-saudara kita yang punya tanah di kampung jangan dijual,“ imbaunya.
Selain itu, ia mengungkap bahwa Israel sudah memiliki perwakilan bisnis di ibukota negara Indonesia. Gerakannya pun bersifat massif.
“Di Jakarta sudah ada Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Israel, tempatnya di Gran Melia lantai 4, itu kamar dagang Israel tuh,“ bebernya menyebut sebuah gedung pencakar langit di kawasan bisnis selatan DKI.
Muta’ali  mengungkap, kekuatan Zionis juga sudah masuk ke ranah politik dalam pemilihan umum baru-baru ini. Ia mencontohkan salah seorang pemilik televisi swasta yang memiliki utang triliunan rupiah kepada negara. Dengan menyokong salah satu pemenang pemilu, maka pemilik TV tersebut pelan-pelan bisa melunasi utangnya.
Ia mengatakan, negara-negara Islam harus membendung kekuatan Zionis. Di antaranya dengan memperkuat militer, yaitu meningkatkan anggaran belanja militer dan pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista).
“Alutsista negara Islam harus kuat. Tapi jangan digunakan untuk membunuh umat Islam,” ujarnya.
Selain itu, katanya, sudah saatnya umat Islam se-dunia bersatu melawan cengkeraman Zionis. Jangan sampai umat terpecah hanya karena masalah sepele, misalnya sepakbola.
“Sudahlah perselisihan Garuda Jaya dengan Harimau Malaya. Sudahlah persoalan bola itu,” imbaunya menyebut julukan tim sepakbola nasional Indonesia dan Malaysia.
Karya Palestina Emosional
Talkshow ini dirangkai dengan bedah buku Ensiklopedia Mini Masjid Al-Aqsha. Menyinggung buku itu, Muta’ali mengatakan, selama ini hasil-hasil karya tentang Palestina selalu disimpulkan sebagai hasil emosional. Sehingga disebut tidak  ilmiah.
“Buku (ensiklopedi) ini baik tapi tidak ilmiah. Agar lebih dahsyat mungkin nanti ditambahkan (yang kurang. Red),” ujarnya mengkritisi.
Untuk menjadi ilmiah, kata dia, sebuah karya tulis misalnya harus menjelaskan apakah hasil observasi atau wawancara. Data-datanya pun bukan sekadar mengambil di internet atau perpustakaan.
Ia pun menyarankan, perlunya dilakukan penelitian khusus mengenai Palestina. Bahkan kalau perlu melakukan penelitian ke berbagai negara, contohnya Arab Saudi.
“Nggak ada salahnya kita menabung ilmiah,“ ujarnya.
Muta’ali mengatakan, pihaknya sudah sering melakukan penelitian ke berbagai negara, namun belum untuk Palestina.
“Belum bisa melakukan riset ke Palestina karena datanya dianggap emosional,” ujarnya.
Buku Ensiklopedia Mini Masjid Al-Aqsha ditulis oleh Tim ASPAC for Palestine, dengan Kata Pengantar oleh Dr Saiful Bahri, ketua lembaga tersebut.*
Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazapalestinaZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Belajar dari Semut tentang Rizki
Tulisan selanjutnya Sampai Tanah Air, Jamaah Haji Surabaya Sujud Syukur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?