Hidayatullah.com—Konflik yang menimpa dua lembaga negara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri rupanya menggugah pendiri majelis taklim Adz-Dzikra, Muhammad Arifin Ilham berbicara.
Dalam akun Facebook pribadinya dai kondang yang namanya mencuat dengan majelis dzikir ini menasehati Presiden RI ke 7, Joko Widodo (Jokowi).
“Sadarilah Ayahanda, kita semua tidak lama hidup di dunia ini, jabatan yang ayah emban juga tidak lama. Sungguh kita akan hidup selama lamanya di akhirat. Dunia ini memang sebentar tetapi menentukan keadaan kita selama lamanya, memang sebentar tetapi resikonya terlalu besar. Ayahanda, jangan-sia siakan kesempatan hidup ini, ingat segala keputusan Ayahanda berimplikasi pada kedudukan Ayahanda di akhirat kelak,” demikian tulisan Arifin dalam akunnya K.H. Muhammad Arifin Ilham, Ahad (25/01/2015) malam.
Arifin juga mengingatkan Jokowi, bahwa pemimpin yang amanah akan berbuah surga, sementara pemimpin yang khianat akan berbuah neraka.
“Bacalah Kalam Allah surah An Nisa ayat 85, “Barangsiapa memutuskan keputusan yang benar lalu banyak yang mengikutnya maka sebanyak itulah pahala yang ia peroleh, dan barang siapa memutuskan yang buruk lalu banyak yang mengikutnya maka sebanyak itulah dosa yang ia pikul…”. Sungguh jika Ayahanda jujur amanah maka ayah meraih kedudukan mulia lebih mulia dari para syuhada dan satu derajat di bawah kedudukan para Nabi (QS An Nisa 69), dan di akhirat kelak menjadi hamba utama yang meraih perlindungan Allah.”
“Imam yang ‘adil akan dinaungi oleh Allah (pada hari kiamat) di bawah naungan-Nya” (HR Bukhori Muslim) tetapi kalau ayah hianat, berdusta. Mohon ayah baca dengan hati yang dalam peringatan Rasulullah ini, ”Pemimpin mana saja yang menipu rakyatnya, maka tempatnya di neraka.” (HR Ahmad). “Barangsiapa yang diangkat oleh Allah untuk memimpin rakyatnya, kemudian ia tidak mencurahkan kesetiaannya, maka Allah haramkan baginya surga.” (HR Bukhari Muslim].”
Dalam surat yang diberi judul “Surat Untuk Presiden Negeri Kami Tercinta Indonesia” ini Arifin mengingatkan Jokowi bila ia saat ini adalah presiden dengan mayoritas penduduk yang sedang menunggu bukti janjinya saat kampanye. Arifin juga mengingatkan Jokowi tidak takut pada siapa saja, kecuali Allah.
“Kini Ayahanda bukan petugas partai lagi, bukan pelaksana koalisi, bukan pembela kepentingan kelompok siapapun bukan pembawa pesan siapapun. Ayah presiden, ayah harus punya kemandirian sikap, tegas, berani, jujur, jangan takut kepada siapapun. Takutlah hanya kepada Allah yang masih mengizinkan Ayahanda bernafas. Mayoritas penduduk negeri ini susah, sogok menyogok dan korupsi membudaya, maksiat di mana mana, inilah tugas utama Ayahanda, Ayahanda harus kuat dengan dukungan aparat yang kuat juga, menteri yang jujur, tentara yang kuat, polisi yang bersih, KPK yang berani.”
“Segeralah ayah bersikap sebagai presiden negeri yang takut kepada Allah, berani, jujur, amanah dan mandiri memutuskan untuk kepentingan kemakmuran kesejahteraan rakyat ini.
Takutlah ayah kepada Allah dan Hari PembalasNya, ajaklah kami rakyat bangsa ini takut kepada Allah, hidup bahagia dalam hidayah Syariat dan Sunnah NabiNya yang ayah dan nanda cintai bersama.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ
“Seandainya penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah turunkan keberkahan dari langit dan bumi, tetapi kalau menggunakan ni’matNya untuk berbuat zholim, maka kami azab mereka karena kejahatan mereka.” (QS: Al ‘raf 96).
Allahumma ya ALLAH kami rindu pemimpin yang berwibawa, yang sangat takut kepadaMU dan mengajak kami takut kepadaMU…pemimpin yang mengajak kami hidup dalam SyariatMU dan bahagia dalam Sunnah NabiMU. Allahumm ya ALLAH selamat kami, negeri kami dari murkaMU…aamiin. Dari rintihan hati seorang anak bangsa yang mencintai umat dan negeri ini,” tulis Arifin.
Sampai Senin pagi ini, nasehat Arifin Ilham ini sudah LIKE 60.964 orang dan dishare sekitar 12.322 orang.*