Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Kisah Dai Balikpapan Mengusir “Dai” dari Perusahaan Asing

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 25 Januari 2015 21:51 9:51 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 26 Januari 2015 07:29
Bagikan
Salah satu sudut Kota Balikpapan.
Bagikan

PAGI menjelang siang di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Seorang dai sedang berkutat dengan laptopnya di sebuah rumah. Sedang asyik-asyiknya berselancar di dunia maya, tiba-tiba telepon selulernya berdering. “Ustadz, ini Pak NI sudah naik…,” ujar suara di seberang.

Muflih Safitra, dai tersebut, baru saja dihubungi seorang pengurus dakwah sebuah perusahaan di sekitar Kota Minyak. Pengurus tersebut meminta saran mengenai seorang dai lainnya di perusahaan yang nama dan lokasinya dirahasiakan itu.

“Ana (saya) punya jadwal dakwah di lingkungan sebuah perusahaan migas asing yang beroperasi di Kaltim. Di tempat yang sama, berdakwah pula seorang dai lama dari Balikpapan berinisial NI, yang sudah terbuka ‘bulu domba’-nya,” tutur Muflih.

Ada apa dengan NI? Rupanya, ungkap Muflih, orang itu adalah aktivis Syiah berkedok pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat. Kamis pagi itu, 11 Desember lalu, merupakan jadwal NI mengisi kegiatan dakwah di perusahaan.

Sedianya NI akan bertugas dari Kamis hingga Sabtu (13/12/2014). Begitu ia diketahui sebagai seorang penganut Syiah, para pengurus dakwah perusahaan bertekad menghentikan.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Akan tetapi, gerakan mereka tampaknya kurang cepat. Kamis itu sekitar pukul 11.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA), NI sudah dalam perjalanan menuju perusahaan.

“Pak NI sudah naik di atas bus perusahaan. Mohon saran supaya kami bisa batalkan dia (agar) ndak ngisi di sini,” lapor sang pengurus melalui telepon seperti dituturkan Ustadz Muflih kepada hidayatullah.com, Ahad (25/01/2015).

Setelah berembug, Muflih dan pengurus tersebut mencapai kesepakatan. Sebagaimana, kata dia, prinsip yang harusnya dipegang kaum Muslimin. Yaitu tak akan memberi kesempatan NI.

“Qaddarallah, NI ini sudah terlanjur ikut bus perusahaan menuju site (lokasi pengeboran) perusahaan, dan tidak mungkin disuruh turun di tengah jalan. Kita orang Islam tetap harus adil dalam bersikap walau tidak sependapat,” tutur Muflih.

NI diagendakan mengisi ceramah pada malam hari. Karena ia kadung bergerak menuju perusahaan, dirancanglah berbagai strategi untuk memotong dakwahnya dengan cara halus.

Muflih mengungkap, ada beberapa langkah yang mereka siapkan. Yaitu, pengurus tidak membuat pengumuman adanya kajian malam. Biasanya pengumuman itu digantung di pintu masjid.

“Tujuannya agar kajian tidak dihadiri karyawan yang masih awam, khawatir mereka termakan syubhat. Selain itu, kalau kajian sepi maka akan cepat berakhir. Dan pada kesempatan selanjutnya, si dai ndak akan capek-capek ke luar kota (Balikpapan) kalau hanya dihadiri orang yang bisa dihitung jari. Kecuali ada tujuan lain seperti ‘amplop’,” Mufli memaparkan langkah pertama.

Lantas mereka menunjuk salah seorang pengurus yang akan jadi juru bicara. Jubir ini berfungsi jika ada hal-hal yang membutuhkan bantahan, penjelasan, atau semua bentuk penyampaian lisan dalam taklim yang akan diisi NI.

Mereka pun menyiapkan langkah berikutnya. Mufli menuturkan, NI tidak akan dibantah di tengah ceramahnya. Sebab akan membuat dia berkesempatan menjawab dan menjelaskan tentang pikirannya.

“Syubuhat yang akan ditebarnya akan semakin banyak. Jadi bantah di penghujung kajian dengan kalimat yang ringkas. Cukup katakan, ‘Sebenarnya kami yakin ajaran Syiah itu sesat dan kami tidak ingin berbantah-bantahan dalam masalah ini. Jadi kita cukupkan saja dan waktunya sudah habis.’,” jelasnya sekaligus memberi arahan ke pengurus.

“Jika terpaksa meng memotong di tengah ‘jalan’, maka potong dengan kata-kata yang baik,” lanjutnya menyebut langkah keempat.

aGayung bersambut. Strategi itu mendapat dukungan ketua pengurus dakwah perusahaan yang pas sedang tidak berdinas. Atas kesepakatan mereka, Sang Ketua pun bersedia namanya digunakan sebagai penanggung jawab penghentian taklim NI. Bukan kebetulan jika ia tidak suka dengan NI karena kerap meminta tambahan uang transpor.

“Padahal semua dai yang datang difasilitasi dengan bus perusahaan, makan (di) restoran fast food selama perjalanan, penginapan, dan layanan yang sangat cukup selama di lokasi perusahaan, serta mukafa’ah (uang, red) yang sangat cukup. Sehingga tidak layak meminta tambahan. Apalagi (dakwah) ini ibadah, yang tidak dibenarkan seorang dai –apalagi– tanpa malu meminta tambahan layaknya ‘lemburan karyawan’ atau konser artis,” ungkap Muflih yang juga rutin mengisi taklim di perusahaan tersebut, seperti pada Senin-Rabu (8-10/12/2014).

Akhirnya, Kamis malam itu, berlangsunglah kajian agama yang dibawakan NI. Pesertanya hanya sekitar 12 orang. Hadirin itu pun, tutur Muflih, rata-rata ikhwan yang sudah mengaji atau paham soal seluk-beluk Syiah. Mereka hadir hanya untuk menghormati tamu.

Singkat kisah, NI memulai kajiannya dengan memperkenalkan diri sebagai Ketua MUI sebuah kecamatan di Balikpapan. Selanjutnya, pada kajian yang aslinya bertema “Cinta Rasul” itu, tutur Muflih,yang dinilainya lebih banyak diisi syubhat Syiah.

Begitu kajian ‘Ustadz’ NI berakhir, ia langsung didatangi pengurus dakwah. Sesuai rencana semula, pengurus meminta NI untuk tidak melanjutkan lagi kegiatan dakwahnya, termasuk taklim maupun khutbah pada hari-hari berikutnya.

“Amplop (berisi uang pembayaran) langsung diserahkan (ke NI) tanpa dikurangin. NI pun akhirnya dipulangkan tanpa kesempatan ngisi sampai Sabtu lagi. Pengurus pun sepakat untuk tidak memberikannya jadwal lagi di (tahun) 2015,” pungkasnya yang pada Kamis dan Sabtu pagi itu berkoordinasi dengan pengurus dakwah perusahaan via telepon.

Ungkap Inisial

Muflih mengungkap, selama ini ia memang sudah tahu sepak terjang NI. Olehnya, satu hal yang ia syukuri adalah sikap pihak perusahaan migas tersebut atas NI.

Sementara itu, menurut pengurus seperti dikatakan Muflih, NI bisa masuk ke perusahaan karena mereka awalnya tidak tahu kedok sang dai tersebut.

“Kita memang pernah menjadwalkan dia di sini sebelum kami tahu dia jadi  ajaran yang dinyatakan sesat MUI,” terang pihak perusahaan.

Sebagian kisah tersebut juga ditulis di akun Facebook-nya atas nama Muflih Safitra pada 16 Desember lalu. Ia mengaku, sengaja mempublikasikan untuk menginspirasi umat Islam di Indonesia agar tegas menolak ajaran ini.

“Jangan beri mereka kesempatan ceramah di masjid Anda, karena mereka bisa menebar syubhat dalam sekejap di benak orang awam. Kalau ada orang jadi pengikutnya karena kita yang menyediakan lahan mereka berdakwah, maka kita akan ikut bertanggung jawab sampai akhirat,” seru dai yang berdakwah secara mandiri ini mengingatkan.

Muflih juga membeberkan inisial sejumlah dai lokal yang ditengarai pro aliran ini.

“Khusus kaum Muslimin di (Kota Beriman) Balikpapan, dai-dai seperti NI, AS, D, MI, dll yang berbau Syiah harus sudah kita batalkan secepatnya. Jadikan momen ganti tahun sebagai alasan untuk tidak memberikan mereka jadwal ceramah di masjid-masjid kita,” serunya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BalikpapanMUIsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Meski Pendirinya Mundur, Demonstrasi Anti-Islam PEGIDA Jalan Terus
Tulisan selanjutnya Sebut Ayahanda, Arifin Ingatkan Jokowi Jabatannya Tak Akan Lama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?