Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kreteria Radikal Juga Harus Terapkan Pada Kelompok Sekuler, Liberal dan Komunis

Ahmad
Terakhir diupdate: 19 Februari 2015 21:13 9:13 pm
Ahmad
Dipublikasikan 19 Februari 2015 21:13
Bagikan
Dr Hamid Fahmy Zarkasyi, Ketua Umum Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI)
Bagikan

Hidayatullah.com- Ketua Umum Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Dr. Hamid Fahmi Zarkasy kreteris radikal di Indonesia sangat sulit diukur. Padahal, kelompok sekuler, liberal dan kaum komunis juga radikal.

“Apa yang disebut radikal itu tidak hanya untuk orang Islam, tetapi orang komunis radikal juga ada, sekuler dan liberal yang radikal juga ada,” kata Hamid kepada hidayatullah.com belum lama ini.

Sebelum ini, pemerintah melalu Menteri Tenaga Kerja (Menaker) berencana melarang tenaga kerja asing (TKA) yang berprofesi guru agama dan dosen teologi.

Larangan itu menurutnya sudah diimplementasikan dalam dua bulan terakhir melalui revisi Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No.40 tahun 2012 tentang jabatan-jabatan yang tertutup bagi TKA.

Menurut Menaker M Hanif Dhakiri, pelarangan ini  sebagai salah satu upaya menghindarkan lembaga agama tidak dijadikan lahan persemaian benih-benih radikalisasi di kelompok agama manapun.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Namun menurut Hamid, subtansi pelarangan guru agama asing mengajar di sekolah dan pesantren di Indonesia karena alasan radikalisasi agama itu akan sulit diukur.

Jjika dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permen Menaker) itu mempersoalkan radikalisme agama, mengapa mereka tidak mempersoalkan radikalisme orang-orang liberal, sekuler, pluralisme maupun komunis yang sama-sama juga bisa membahayakan NKRI?

“Radikalisasi itu tidak hanya untuk orang Islam melainkan juga pada aliran sekuler, liberal, pluralisme dan juga komunis,” tegas Hamid.

Selain alasan radikalisme itu, jika Menaker ingin menciptakan keamanan dalam kerukunan antar umat beragama, menurut Hamid bukan hanya radikal saja yang dilarang tetapi yang sesat juga harus dilarang.

“Masa melarang yang radikal tetapi membiarkan yang sesat seperti Syiah dan aliran lainnya yang menyimpang, itu kan nggak masuk akal,” ujar Hamid.

Selama ini, menurut Hamid, nggak ada guru agama asing yang mengajar di sekolah ataupun pesantren yang menyebabkan radikalisasi agama di Indonesia.

“Kebijakan yang mengada-ada, itu urusan Menteri Agama (Menag). Menaker mending fokus ngurusin TKI maupun TKW,” pungkas Hamid.*

 

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:liberalMajelis Intelektual dan Ulama Muda IndonesiaMIUMIsekulersyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ilmuwan ‘Temukan’ Vaksin HIV
Tulisan selanjutnya Kemenag Mengaku Telah Siapkan RUU Perlindungan Agama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?