Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pengamat: Tindakan Berlebihan Densus 88 Bisa Tumbuhkan Bibit Terorisme

Ahmad
Terakhir diupdate: 26 April 2015 10:18 10:18 am
Ahmad
Dipublikasikan 26 April 2015 10:15
Bagikan
densus 88
[Ilustrasi] Densus 88.
Bagikan

Hidayatullah.com-Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF)Mustofa B Nahrawardaya mengatakan bahwa di satu sisi pemerintah ingin memberantas terorisme-radikalisme, tetapi di sisi lain justru menumbuhkan bibit-bibit terorisme baru.

“Akhirnya, suatu waktu akan ada yang menyimpulkan bahwa pemberantasan terorisme ternyata omong kosong belaka,” ujar Mustofa dalam rilisnya kepada hidayatullah.com, Jum’at (24/04/2015) kemarin.

Pernyataan itu Mustofa sampaikan guna menanggapi kasus Densus 88 yang melakukan penangkapan kepada Ustad Basri (Pengasuh Pesantren Tahfidzul Al-Quran) di Makassar yang terkesan brutal dan sadis.

“Cara-cara mengambil orang seperti yang dipertontonkan Densus 88 kepada masyarakat Makassar, bukan saja memperluas rasa kebencian, tapi juga berpotensi melahirkan terorisme baru,” ujar Mustofa yang juga anggota Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah ini.

Bagaimana pun, menurut Mustofa, seorang pengasuh Pondok Pesantren memiliki pengaruh di lingkungannya. Sehingga, lanjutnya, cara brutal polisi dalam memperlakukan mereka (para terduga teroris,red) bisa berbuah pahit yaitu balas dendam.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Ustad Basri, ditabrak motornya saat sedang berkendara dengan putranya yang berusia 3 tahun. Setelah dirinya terjatuh, kemudian disergap oleh 12 anggota Densus 88 seperti menyergap hewan dengan ditelikung tangannya menggunakan injakan sepatu lars yang keras. Baru diborgol dan diseret ke mobil aparat,” demikian papar Mustofa menceritakan kronologinya sebagaimana para saksi.

Mustofa pun menanyakan keberadaan Ustad Basri, Apakah ada yang tahu di mana ia sekarang? Masih hidupkah? Berapa hari atau bulan ia dijauhkan dari pesantren?

“Sebagian dari yang ditangkap aparat, kadang lenyap begitu saja, tanpa diketahui kabar dan nasibnya,” kata Mustofa.

Lebih lanjut lagi, Mustofa mengatakan bahwa belum juga sembuh rasa sakit umat Islam atas perlakuan brutal dari BNPT dan Kemenkominfo yang telah memblokir situs media Islam tanpa kompromi serta tanpa aturan, kini giliran Densus 88 melakukan tindakan yang keji.

“Memperlakukan ulama yang belum jelas duduk persoalannya bagaikan hewan. Hanya berdasar dugaan, lalu menindaknya tanpa pertimbangan,” tegas Mustofa.

Jika cara-cara seperti itu tidak bisa dihindari, maka menurut Mustofa, wacana pemberantasan terorisme dan radikalisme jelas percuma. Bukannya pelaku tindakan terorisme berkurang, tetapi justru akan jauh bertambah jumlahnya.

“Ustad Basri yang diduga memiliki bendera “mirip” bendera ISIS, kini hilang,” imbuh Mustofa.

Menurut Mustofa ada kesan, dalam beberapa tahun terakhir muncul phobia pemerintah terhadap hal-hal yang berbau Arab. Terbukti, tindakan-tindakan liar terhadap apapun yang berbau Arab, selama ini dilakukan pemerintah dengan perencanaan dan kesengajaan.

“Penyitaan Al-Quran dan Buku Tafsir Qur’an dan buku agama Islam dengan alibi barang bukti terorisme, bukan lagi hal tabu. Pendzaliman terhadap para ulama dan pesantren juga sudah biasa. Perusakan moral oleh pihak swasta, ide lokalisasi miras, perjudian dan pelacuran, bahkan justru digagas Pemimpin Daerah,” ungkap Mustofa.

Masih menurut Mustofa ada kesan, degradasi moral dan pembungkaman  terhadap kelompok penjaga moral seperti pesantren justru dijadikan agenda terselubung. Terbukti dengan gerakan berbasis liberal, maupun kelompok-kelompok yang dianggap mengganggu masyarakat mayoritas dan pesantren, baik itu apa yang menamakan dirinya Islam Liberal, atau Syiah, tidak pernah sekalipun ditindak.

“Ketidakseimbangan pemerintah dalam menindak mereka, akhirnya memunculkan banyak dugaan miring,” ujar Mustofa.

Mustofa mengungkapkan ada upaya terstruktur agar kelompok Islam terus menerus digebukin. Terorisme dan radikalisme dijadikan akses dan alasan untuk mencapainya. Seolah hanya terorisme dan radikalisme yang menjadi biang kerusakan serta seolah hanya kelompok Islam yang harus menanggung akibat dari rusaknya bangsa Indonesia.

“Jika kondisi seperti itu terus menerus berlangsung, sangat jelas berpotensi melahirkan pendendam baru. Bahkan melahirkan radikalis baru dan ujung-ujungnya akan melahirkan terorisme.*

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BNPTdensus 88liberalMuhammadiyahMuslimsyiahterorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya SMA Muhammadiyah Kecam EO Yang Catut Namanya dalam Pesta Bikini
Tulisan selanjutnya FBI Selidiki Kemungkinan Teror ISIS di Amerika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?