Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Orangtua Harus Mendidik Anak Takut Allah, Bukan Mendahulukan Percaya Diri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 November 2015 04:44 4:44 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 November 2015 12:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–“Kapan waktu yang paling tepat untuk memberikan nasehat kepada anak?,” Tanya penulis buku Membuat Anak Gila Membaca, Mohammad Fauzil Adhim mengawali pengantar diskusi dalam acara “Seminar Islamic Parenting” di Aula Komplek Muslimat Center, Yayasan An-nur Jakarta.

Jawaban pesertapun beragam. Namun, tak satupun jawaban yang cocok dengan jawaban.

Akhirnya penulis buku Segenggam Iman Anak Kita inipun melanjutkan pengantarnya, sekaligus menyampaikan jawaban.

“Waktu yang tepat untuk memberikan nasehat kepada anak itu kapan saja,” jelasnya di hadapan para peserta.

Acara “Seminar Islamic Parenting” yang berlangsung hari Sabtu (07/11/2015), ini dibagi dalam 2 sesi. Sesi I (08.00-11.30) mengusung tema: “Dengan Iman, Kita Siapkan Generasi Penjaga Peradaban”, sedangkan Sesi II (13.00-15.00) yang membahas “Kajian Pra Nikah”, mengusung tema: “Menuju Telaga Pernikahan dengan Bekal Ilmu dan Ketakwaan”.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Acara yang berlangsung di Jl. Mandor Hasan No. 45 Cipayung, Jaktim ini adalah hasil kerjasama  STID Mohammad Natsir berkolaborasi dengan STID An-Nur. Acara dihadiri mayoritas para muslimah.

Mereka adalah binaan para Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir dan Yayasan An-nur, Wali murid Sekolah Dasar (SD) Yayasan An-nur, serta para mahasiswi. Walau demikian, ada juga beberapa pria ikut hadir.

Fauzil menjelaskan, banyak sekali orangtua dan guru saat ini yang terpengaruh oleh sistem pendidikan yang melarang menggunakan kata “tidak” atau “jangan” kepada anak.

Begitu juga ketika menasehati, mereka berupaya agar terkesan tidak memerintah.

“Padahal, Al-Qur’an telah menerangkan, ketika Lukman Al-hakim melarang anaknya, Lukman mengatakan, ‘Yaa bunayya laa tusyrik billahi’ (wahai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah),” terang Fauzil. Begitu juga ketika memerintah.

“Bahkan kita ini diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala untuk memerintahkan keluarga kita ‘wa’mur ahlaka bis sholah’ (perintahkanlah keluargamu untuk mendirikan shalat),” jelasnya.

Ia juga menerangkan, mendidik anak-anak, bukanlah sekedar memberikan pengetahuan bekal agama. Mengajarkan perkara iman kepada anak belumlah cukup, apalagi hanya aturan-aturan agama (seperti halal, haram, syubhat, dll.)

“Itu bukan berarti menyepelekan. Karena urutannya adalah, iman dulu, aqidah, adab, barulah yang lain-lain,” lanjut pria kelahiran Mojokerto ini.

“Kunci pertama untuk menjadi orangtua yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala adalah ‘takut’, bukan percaya diri, bukan (kalimat) ‘Saya pasti bisa! Bukaaann…”, kata Fauzil menekankan.

Ia mengutip sebuah surat an-Nisa’: 9 yang maknanya, “Dan hendaklah orang-orang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak-anaknya, yang dalam keadaan lemah, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar.”

Dalam sesi “Kajian Pra Nikah: Menuju Telaga Pernikahan dengan Bekal Iman dan Ketakwaaan” yang hanya dikhususkan oleh para mahasiswi sebagai calon ibu yang kelak akan menjadi pendidik atau da’iyah bagi anak-anak dan masyarakat, Fauzil mencontohkan dengan sistem pendidikan yang diterapkan oleh para ibu-ibu di Mauritania.

Bagaimana bisa anak-anak di Mauritania sudah bisa menghafal kitab-kitab sejak usia dini.

Menurutnya, hal itu bukan dikarenakan sarana-sarana pendidikan modern yang banyak kita kenal sekarang ini, melainkan karena para ibu di sana, telah menghafal (mempunyai) kitab-kitab (ilmu-ilmu) yang mereka ajarkan kepada anak-anaknya.

Menurutnya, mereka (para ibu di Mauritania) mempunyai ilmu yang matang dan keteguhan jiwa dalam mendidik anaknya.

Arif Abdurrahman Fadli, Mudir Ma’had STID Yayasan An-nur mengatakan, acara ini merupakan program perdana di yayasannya. Ia berharap akan menjadi agenda rutin.*/Fahruzzaman

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adabakidahImanorangtuaparentingPendidikan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sekularisasi dan Deislamisasi merupakan Tantangan Pengajaran Sejarah di Indonesia
Tulisan selanjutnya Penting Umat Islam Lakukan Islamisasi Sejarah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?