Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Revisi UU Penyiaran, Momen Terbaik Selamatkan Keluarga Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Februari 2016 22:02 10:02 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Februari 2016 21:57
Bagikan
Komisioner KPI Azimah Subagijo dalam diskusi di PP Muhammadiyah (04/02/2016).
Bagikan

Hidayatullah.com– Revisi Undang-Undang (UU) Penyiaran oleh DPR RI adalah momen terbaik bagi seluruh masyarakat untuk menyelamatkan keluarga dari tayangan yang buruk.

Momen itu seiringan dengan proses evaluasi perpanjangan izin  penyiaran bagi sejumlah media televisi swasta.

Hal itu disampaikan oleh Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Azimah Subagijo, dalam Seminar Publik “Perlindungan Anak Dalam Regulasi Penyiaran” di Auditorium Ahmad Dahlan, Kantor Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (04/02/2016).

“Mari semuanya berperan aktif dalam mengawal revisi UU Penyiaran No. 32/2002. Terlebih hal itu bersamaan dengan evaluasi perpanjangan izin untuk 10 televisi nasional saat ini,” ungkap Azimah mengajak.

“Kami ingin society publik terlibat aktif dalam mengawal urusan ini,” imbuh Azimah di depan sejumlah media termasuk hidayatullah.com.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurut Azimah, partisipasi publik tersebut bisa disalurkan dengan mengadukan siaran apa saja yang dianggap tidak mendidik.

Disebutkan Azimah, aduan tertinggi dari masyarakat terjadi pada tahun 2012, sebanyak 43.552 aduan terkait berbagai tayangan yang tak pantas.

Selanjutnya, setahun terakhir (2015), KPI hanya mencatat aduan sebanyak 9472 buah pelanggaran siaran tv yang dilaporkan.

“Aduan ini bisa dibilang sedikit atau banyak ya?” Peningkatan atau bukan ya?” ucap Azimah tersenyum.

Ia berharap, turunnya jumlah aduan tersebut bukan karena sikap apatis masyarakat dalam mengawal tayangan-tayangan yang tidak mendidik.

Sebab tugas dan perjuangan KPI saat ini, diakui Azimah, kian berat. Publik pun harus berhadapan dengan kepentingan pemodal dan pengusaha kapitalis yang hanya berorientasi kepada profit (keuntungan).

“Mereka berfikir rating dan profit sedang publik memikirkan masa depan anak-anak yang terpapar dengan siaran buruk tersebut,” terangnya.

Lebih jauh Azimah ingin menggandeng seluruh aliansi masyarakat agar peduli terhadap perlindungan anak dari tayangan-tayangan yang tidak mendidik.

Terutama menjalin komunikasi dan sinergi dengan Komisi I DPR RI yang menggodok persoalan tersebut.

“Meski ada demo satu juta orang di luar Senayan, tapi yang terpenting itu adalah menjaga lobi di Senayan itu penting. Sipil harus dekat dengan DPR, jangan sampai keduluan dari pihak pengusaha dan industri,” ungkap Azimah.

Diberitakan sebelumnya, Gosip dan Mistik Rating Tertinggi, TV Ancaman Nyata bagi Anak.*/ Masykur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anak indonesiaKomisi Perlindungan Anak IndonesiaMuhammadiyahtayangan TVtelevisi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gosip dan Mistik Rating Tertinggi, TV Ancaman Nyata bagi Anak
Tulisan selanjutnya terlalu dalam mempelajari agama PBNU Bela Republika: LGBT Memang Ancaman Serius

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Berita
13 Juli 2026 06:00
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?