Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Gosip dan Mistik Rating Tertinggi, TV Ancaman Nyata bagi Anak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Februari 2016 09:41 9:41 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Februari 2016 21:12
Bagikan
Direktur Remotivi dalam diskusi tentang penyiaran.
Bagikan

Hidayatullah.com– Hendaknya para orangtua tidak lagi bertanya, apakah siaran televisi (tv) itu berdampak kepada anak atau tidak, apakah berbahaya atau tidak? Tapi saatnya orangtua berpikir bagaimana melindungi anak dari berbagai jenis siaran tv tersebut.

Demikian kesimpulan dari acara Seminar Publik “Perlindungan Anak Dalam Regulasi Penyiaran” yang diadakan di Auditorium Ahmad Dahlan, Kantor Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Kamis (04/02/2016).

Disebutkan, dari berbagai survey yang dilakukan, rating tertinggi dari kandungan siaran tv di Indonesia berkisar gosip, mistik, iklan, dan acara hiburan lainnya.

Di sebuah media misalnya, 15 persen dari tayang tersebut bermuatan gambar wanita berpakaian seksi yang tak pantas ditonton. 8 persen lainnya adalah mistik, sedang penggunaan kata-kata kasar mencapai hingga 22 persen.

“Inilah bahaya nyata yang mengancam anak-anak kita semua,” papar Direktur Remotivi, Muhammad Heychael sebagai pembicara pertama.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Di saat yang sama, lanjut Heychael, ketergantungan orangtua terhadap tv dan muatan daripada siaran tersebut, tidak mendukung buat anak.

“Lihat saja, kalau ada anak susah makan, langsung diputarin tv terus dibujuk lagi biar mau makan,” ungkapnya.

“Kalau orangtua lagi sibuk, anak disuruh nonton tv saja lalu ditinggal,” imbuh Heychael kembali.

Menurut Heychael, asumsi bahwa di era reformasi media memiliki kebebasan adalah keliru.

Media tetap tidak bebas sebab ia masih dipengaruhi oleh modal. Dampaknya, otorianisme negara sudah diganti menjadi otorianisme modal. Kepemilikan kini hanya dipunyai oleh segelintir pengusaha saja.

“Rating dan iklan bagi media itu adalah modal atau keuntungan. Itulah sensor kepentingan media hari ini. Akibatnya regulasi jadi tidak berwibawa,” ucap Heychael.

Acara yang digagas oleh Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhamadiyah tersebut dihadiri oleh sejumlah pemateri.

Selain Heychael, Edi Kuscahyanto (PP Muhammadiyah),  Maria Ulfah Anshor (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), dan Azimah Subagijo, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).*/ Masykur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anak indonesiaKomisi Perlindungan Anak IndonesiaMuhammadiyahRemotivitayangan TVtelevisi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komandan-Komandan Senior ISIS Dikabarkan Cari Perlindungan di Libya
Tulisan selanjutnya Revisi UU Penyiaran, Momen Terbaik Selamatkan Keluarga Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya

Berita
13 Juni 2026 14:36
Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?