Hidayatullah.com– Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin meluruskan tuduhan yang menuding MUI telah berpolitik.
Tuduhan itu terkait pendapat dan sikap keagamaan MUI yang menyatakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah menghina al-Qur’an atas pernyataannya soal Al-Maidah ayat 51. [Baca: MUI: Ahok Telah Menghina Al-Qur’an dan Ulama]
Kiai Ma’ruf menegaskan bukan MUI yang berpolitik. Tapi justru Ahok telah masuk ke wilayah agama yang bukan merupakan kompetensinya.
“Makanya, kan, jadi ribut dan akhirnya pada menanyakan ke MUI,” ujarnya saat ditemui hidayatullah.com di Jakarta, belum lama ini.
“Jadi terbalik, bukan MUI yang bikin gaduh tapi Ahok yang menimbulkan kegaduhan,” sambung Kiai Ma’ruf.
Rais Aam PBNU ini menambahkan, yang dilakukan MUI tersebut upaya meminimalisir kegaduhan dan preventif agar tidak sampai mengarah kepada kekerasan, anarkistis, dan main hakim sendiri.
Namun, ia mengungkapkan, pihaknya hanya sebatas menetapkan perkara yang berkaitan dengan urusan umat Islam, tidak masuk ke ranah hukum.
“Kalau sudah masuk ke ranah hukum itu bukan lagi wilayahnya MUI, kita serahkan kepada pihak penegak hukum. MUI sudah selesai,” jelasnya.
“Tapi kalau itu tidak diproses, bagaimana?,” tandas Kiai Ma’ruf.*