Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

‘Bisikan’ Intelijen Partikelir Sesatkan Presiden Jokowi dalam Aksi Damai 411

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 November 2016 06:50 6:50 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 November 2016 06:50
Bagikan
Lebih satu juta umat datang ke Jakarta menuntuk Ahok dipenjara, hanya diinformasikan 18 ribu orang saja oleh intelijen
Bagikan

Hidayatullah.com–Tindakan presiden yang memilih lari dari umat Islam dalam Aksi Damai Bela Quran Jumat 4 Nopember 2016 atau Aksi Damai 411 dinilai karena informasi sepihak dan bisikian intelijen partikelir.

Hal ini disampaikan pengamat kontra terorisme dan Direktur CIIA Harist Abu Ulya mengatakan kasus ini menjadi indikasi Jokowi mengambil masukan intelijen yang masih mentah dan belum sampai level atas.

“Informasi yang beredar pak Jokowi mengambil informasi dari intelijen yang bukan jalur resmi yakni Badan Intelijen Negara (BIN). Tapi, dari badan intelijen swasta, atau intelijen partikelir atau intelijen outsourching. Dan kalau saya menduga (intelijen) ini dari timnya Ahok,” kata Harist saat dihubungi hidayatullah.com, Kamis (10/11/2016).

Sebelum ini dalam acara di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (08/11/2016) Presiden Jokowi mengatakan,  dirinya mendapat informasi salah dari intelijen jumlah peserta hanya sekitar 18 ribu orang. Namun fakta di lapangan jumlahnya justru di atas satu juta sementara jumlah aparat yang dikerahkan hanya 16 ribu.

Dan yang paling krusial adalah, lanjut Harist, mereka (intel partikelir) tidak punya orang untuk menkofirmasi soal analisa yang mereka lakukan merujuk atau mengandalkan data-data open source atau cyber space informasi yang berasal dari media.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Tentu, hal seperti ini tidak akan bisa terkonfirmasi dengan data-data dan dinamika yang sebenarnya terjadi di lapangan,” jelas Harist.

“Itulah yang menjadikan masukan mereka (intel partikelir) kepada pak Jokowi invalid. Contoh, tentang soal jumlah demonstran yang akan hadir,” imbuhnya.

Menurut Harist, kalau mereka (intel partikelir) peka bahwa demonstrasi sudah tidak bicara lagi mengenai kepentingan Pilkada 2017, tapi lebih kepada suara hati, gerakan moral dan tuntutan akidah serta juga melihat gejala dari mana saja para demonstran akan datang, seharusnya mereka bisa memprediksi seberapa besar massa aksi.

“Ya, minimal 500 ribuan. Bukan lagi 18 ribu atau 30 ribu saja. Menurut saya ini sangat konyol. Ditambah lagi mereka hanya menggunakan data open source dari berita-berita media saja. Ini bukan perilaku Intelijen  yang high quality,” terangnya.

Tindakan Presiden Jokowi Tinggalkan Aksi Damai 411 karena Informasi Intelijen yang Menyesatkan

Seharusnya, masih menurut Harist, mereka (intel partikelir) punya orang-orang yang berada di tengah-tengah pergerakan aksi 411 dan bisa membaca betul dinamika yang ada di dalamnya. Karena itu, sikap Jokowi menilai aksi 411 dengan bersandar pada intelijen partikelir justru menunjukkan betapa Jokowi membangun sebuah sikap yang tidak disandarkan pada sesuatu analisis data yang matang.

“Saya yakin seharusnya BIN punya alat yang cukup untuk menyodorkan anggotanya kepada Jokowi kemudian memberi rekomendasi-rekomendasi yang relevan.

Kata Harist, ini menunjukkan bahwa soal intelijen adalah soal kepercayaan. Yaitu soal siapa yang dipercaya oleh seorang presiden untuk memberikan informasi.

“Kalau memang Jokowi nggak percaya sama BIN, ya mau gimana lagi. Jokowi percaya dengan informasi-informasi yang justru bukan dari saluran resmi.

Dan ternyata, kali ini Jokowi kecelik, informasi yang disampaikan Intelijen  partikelir atau intelijen outsourching ini tidak pas (menyesatkan). Dan ini sangat menampar dunia intelijen,” tutup Harist.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aksi Damai Bela IslamAksi Damai Bela Qurancyber spaceintelijenintelijen partikelirJokowiopen source
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ahok Diduga Menista Agama, Anggota Wantimpres Ingatkan Kasus Arswendo
Tulisan selanjutnya Hari Pahlawan: PPI Turki Terbitkan Buku untuk Indonesia!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?