Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pengamat Hukum: Lantaran Seorang Ahok, Satu Negara Gaduh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Januari 2017 05:54 5:54 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Januari 2017 05:54
Bagikan
Massa Aksi Bela Islam II di Jakarta mengusung poster "Ahok memecah belah NKRI", Jumat (04/11/2016).
Bagikan

Hidayatullah.com– Pengamat hukum dan hak asasi manusia (HAM), Nasrulloh Nasution menilai, kehidupan berbangsa di Indonesia saat ini sedang mengalami krisis.

Hal ini diungkapkan Nasrulloh pada saat diskusi dengan beberapa lembaga advokasi di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Krisis kebangsaan, kata Nasrulloh, dapat dilihat dari banyaknya perselisihan yang terjadi di antara anak bangsa.

“Satu sama lain saling lapor (polisi), saling hujat dan mempertontonkan kekuatan masing-masing,” ungkap Nasrulloh yang aktif dalam diskusi bertajuk ‘Arah Penegakan Hukum setelah kasus Penodaan Agama oleh Ahok’.

NKRI dan Kebinekaan Terancam Jika Keadilan Tidak Ditegakkan

Ia menilai, gaduh politik dan hukum yang terjadi saat ini, diawali oleh kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu (27/09/2016).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Sejak kasus itu, masyarakat Indonesia terpecah, dan hukum dijadikan alat untuk memuaskan hasrat masing-masing kelompok,” ujar Koordinator Persidangan Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia ini, rilis GNPF MUI.

Polisi di satu pihak, lanjut Nasrulloh, dipaksa untuk memuaskan syahwat dari kelompok tertentu dengan menindaklanjuti laporan yang sudah dibuat oleh pihak terkait.

Tersangka penistaan agama, Ahok (berkacamata), usai diperiksa Bareskrim di Mabes Polri, Jakarta (22/11/2016).
Tersangka penistaan agama, Ahok (berkacamata), usai diperiksa Bareskrim di Mabes Polri, Jakarta (22/11/2016).

“Akibatnya kepolisian disibukkan dengan banyaknya laporan, dimana laporan tersebut kalau dihubungkan masih terkait dan ada hubungannya dengan perkara Ahok sebagai terdakwa penodaan agama,” jelas pengacara publik ini.

Jadi menurutnya, sudah pantas dan selayaknya Ahok dihukum berat.

“Hulu dari kegaduhan adalah lantaran satu orang, akibatnya satu negara gaduh. Hukum menjadi pedang tajam yang siap menghunus, khususnya yang dianggap sebagai lawan dari penguasa,” tandasnya.

Ahok Disebut Berpotensi Memecah Belah NKRI

Netizen Kampanyekan #GaduhKarenaAhok

Sementara itu, Selasa (24/01/2017) kemarin, sidang lanjutan ketujuh kasus Ahok digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

‘Mengawal’ sidang itu, masyarakat pengguna internet (internet) ramai-ramai menyuarakan kampanye bahwa Ahok sebagai sumber kegaduhan di Indonesia saat ini.

Pantauan hidayatullah.com, tanda pagar (tagar) #GaduhKarenaAhok pun saat itu menjadi salah satu tema paling tren dibahas para pengguna media sosial Twitter (trending topic Indonesia/TTI).

Teriak ”Bebaskan Ahok!”, Pria Diduga Mabuk Provokasi Massa Sidang Penistaan Agama

“Heran, negara jadi #GaduhKarenaAhok tapi biang kegaduhannya gak diilangin,” kicau netizen dengan akun RAGE AGAINTS ‏@Mesin_Kemarahan, Rabu (25/01/2017) dinihari.

“Indonesia damai bila penista agama kalau segera dipenjara,” kicau #InfoKotaJakarta ‏@InfoKotaJakarta.

Sementara J. C. Nugroho lewat akunnya ‏@jcnugie menulis:

“Rakyat lelah #GaduhKarenaAhok. Maka segera #PenjarakanPenistaAgama.”

Anri ‏@AnriCyberArmy menulis:

“Berbagai elemen masyarakat jadi bergesekan karena ulah si penista agama #GaduhKarenaAhok.”

Zidane ‏@Triball88:

“Sudah akui mulutnya bikin gaduh tapi belum sadar juga, masih kekeh bela diri atas penistaan al-Qur’an #GaduhKarenaAhok #GaduhKarenaAhok.”

Ahok Dinyatakan Hina Al-Qur’an, #BasukiKeok2017 Jadi Trending Topic

Kata Ahok

Pada pekan-pekan awal bergulirnya kasus Ahok, setelah didesak dan dikecam publik berbagai penjuru, Ahok sudah mengaku meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi.

Namun, dalam beberapa kesempatan temu media, Ahok membantah jika ia bermaksud melakukan penistaan agama atas pernyataannya menyinggung al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu, 27 September 2016 lalu.

“Kamu bisa lihat tindak tanduk saya, ada enggak mau musuhin Islam. Makanya saya minta maaf untuk kegaduhan ini,” ujar Ahok di Balai Kota, DKI Jakarta, Senin (10/10/2016) lalu kutip Cnnindonesia.com.

Setelah Didesak Publik, Ahok Mengaku Minta Maaf

“Kalau saya membuat negara ini gaduh dan jadi susah, saya bersedia ditangkap, dipenjara,” ujarnya kemudian di Jl Ki Mangun Sarkoro, Jakarta Pusat, Sabtu (05/11/2016), lansir Kompas.com.* HK, SKR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:#GaduhKarenaAhokahokAhok menghina al-QuranAhok minta maafAhok terdakwaBasuki Tjahaja PurnamaGNPF-MUIkasus Ahokkeadilan hukumkegaduhanmedia sosialNasrulloh Nasutionpengadilanpengamat hukumpenistaan agamapolitikproses hukumsidangsidang AhokSurat al Maidah ayat 51terdakwa AhokTim Advokasi GNPF MUITrending Topictwitter
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Keadilan Hukum Disoroti, Kepolisian Dikhawatirkan Makin tak Dipercaya Masyarakat
Tulisan selanjutnya Saksi Sidang ke 7 Kasus Ahok Buktikan Bukan Masalah Pilkada

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?