Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kepada Presiden Jokowi, GNPF: Selama ini Hukum Seakan Tajam atas Umat Islam

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 26 Juni 2017 08:34 8:34 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 26 Juni 2017 08:34
Bagikan
Pertemuan GNPF MUI dengan Presiden Jokowi dan sejumlah menteri di Istana Merdeka, Jakarta, Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Ahad (25/06/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com– Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI menyampaikan latar belakang terjadinya pertemuan antara GNPF dengan pihak Istana di Jakarta, lewat momentum Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Ahad (25/06/2017).

Menurut GNPF, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo sebagai penggerak acara halal bihalal, membuka saluran komunikasi dengam Presiden untuk mempertemukan GNPF.

Maka katanya tidak ada jalan tepat bagi GNPF kecuali memanfaatkan momentum tersebut dan berkomunikasi langsung dengan Presiden.

“Setelah Menag berbicara dengan Presiden di (sela-sela shalat Idul Fitri) di Istiqlal dan berkoordinasi dengan Menko Polhukam Wiranto, maka terjadilah pertemuan itu,” jelas Ketua GNPF KH Bachtiar Nasir melalui rilis diterima hidayatullah.com.

Baca: Pertemuan dengan Presiden Jokowi, GNPF Rembugkan Solusi soal “Kriminalisasi” Ulama

Jadi hakikat pertemuan tersebut, terangnya, menyangkut kepentingan kedua belah pihak, bukan semata-mata kepentingan sepihak GNPF yang meminta bertemu.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Karena ini masalah hukum dan kebangsaan serta ini juga menyangkut negara,” ujar alumni Pondok Pesantren Gontor ini.

Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI ini pun menyampaikan, dari sisi hukum ada kesan bahwa hukum yang diterapkan selama ini terasa tajam kepada umat Islam. Ada beberapa hal yang umat Islam merasa bahwa penegakan hukum yang berjalan saat ini menunjukkan ketidakjelasan.

GNPF juga menyampaikan kepada pihak Istana, ada pemahaman di kalangan umat Islam bahwa terjadi ketidakadilan ekonomi, ketidakadilan hukum, sampai keberpihakan kepada pemodal.

“Kemudian juga soal kebuntuan komunikasi, yang selama ini ternyata ada pihak yang seakan-akan membatasi komunikasi kami dengan kepala negara. Ini sudah kami sampaikan,” ungkap Ustadz Bachtiar, sapaannya.

Baca: Wasekjen MUI: Hukum Jangan Tumpul ke Atas, Tajam ke Bawah

Presiden pun, menurut Bachtiar, menanggapi, dengan mengatakan, seandainya pasca Aksi 411 ada komunikasi langsung, mungkin situasinya tidak seperti ini.

“Dan setelah ini Presiden menunjuk Menko Polhukam untuk memediasi dan berkomunikasi sampai penyelesaian beberapa kasus dan implementasinya,” ujarnya. Yang dimaksud adalah sejumlah proses hukum yang dinilai banyak pihak sebagai bentuk kriminalisasi atas ulama dan aktivis Muslim, termasuk Habib Rizieq Shihab.

Sampai akhir pertemuan, Presiden katanya juga berbicara program keseimbangan dalam sistem perekonomian yang dikuasai konglomerat.

Presiden katanya melakukan perimbangan untuk menguatkan ekonomi umat, lewat 12 juta hektar tanah untuk rakyat.

Selama ini, kata dia, Presiden mengakui bahwa keberpihakan ke Barat sudah kuat, maka dia melakukan penyeimbangan dengan China, Arab Saudi, Kuwait, dan lain-lain. Bahkan hubungan RI-Turki berlangsung dengan baik. Ini semua proses yang butuh waku untuk dilihat hasilnya.

Baca: Dahnil: Banyak Elemen Umat Islam yang Menentang Ketidakadilan Hukum

Inti pertemuan dengan Presiden Jokowi, ungkap Bachtiar, semuanya masih bersifat general. Secara detil nanti akan ditangani oleh Menko Polhukam.

“Presiden buka komunikasi dan memberi saran ke Menko dan Pak Wiranto yang mengimplementasikannya,” ujar pimpinan sejumlah pondok pesantren di bawah naungan AQL Islamic Center ini.

Tentu, menurutnya, presiden adalah simbol negara yang harus dihormati. Karena itu, GNPF berterima kasih bahwa Presiden telah menerima mereka pada kesempatan itu, untuk berkomunikasi langsung dan menerima aspirasi GNPF.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUIGNPF-MUIHari Raya Idul Fitri 1438 HIstana MerdekaJokowiKH Bachtiar Nasirkriminalisasikriminalisasi ulamaLukman Hakim SaifuddinMenko PolhukamMenteri Agamapertemuan GNPF-JokowiPresiden Joko WidodoTim 7 GNPF MUIWiranto
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pertemuan dengan Presiden Jokowi, GNPF Rembugkan Solusi soal “Kriminalisasi” Ulama
Tulisan selanjutnya Menteri Israel Minta Hubungan Penuh dengan Saudi dan Kunjungan Resmi Pemerintah Riyadh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?