Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Terkait Kebijakan Perbankan, Buya Yahya Doakan Presiden Jokowi Masuk Surga

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 26 September 2017 15:38 3:38 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 26 September 2017 15:38
Bagikan
Buya Yahya berdoa dalam sebuah pengajiannya di Cirebon, Jawa Barat.
Bagikan

Hidayatullah.com– Ulama Cirebon Ustadz Yahya Zainul Maarif (Buya Yahya) mendoakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar kelak dimasukkan oleh Allah ke dalam surga-Nya.

Doa itu, pantauan hidayatullah.com pada Selasa (26/09/2017), disampaikan Buya Yahya dalam suatu pesan khususnya kepada Presiden Jokowi terkait kebijakan pemerintah soal bank syariah dan bank konvensional.

“Kalau Presiden yang denger kalimat ini, Pak Jokowi, karena kami berharap Pak Jokowi dan yang lain juga ahli surga. Tidak boleh kita mengharap siapapun masuk neraka, semoga Pak Jokowi denger suara ini,” harap Buya Yahya dalam sebuah ceramahnya disiarkan media-media resmi Al-Bahjah di media sosial, baru-baru ini.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon, Jawa Barat, itu menyampaikan pesan agar Presiden Jokowi memberi perhatian serius kepada bank-bank syariah.

Baca: Tifatul Doakan Jokowi Gemuk dan Dilimpahkan Kesehatan, Ini Alasannya

Buya Yahya berharap agar pada fasilitas-fasilitas umum, berbagai bank syariah dilibatkan di dalam pelayanannya tentu terkait transaksi keuangan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Yang harus (ada) di fasilitas umum semua orang masuk, dilibatkan bank syariah agar gede bank syariah. Berapa miliar, triliun (rupiah. Red), yang harus kita titipkan nanti melalui bank konvensional saat ini,” ujarnya.

Sekiranya Presiden Jokowi lewat kebijakannya melibatkan semua bank syariah dalam pelayanan transaksi keuangan di fasilitas-fasilitas umum, makanya hal itu, kata Buya Yahya, merupakan sesuatu yang luar biasa.

“Tidak harus Al-Bahjah, yang (bank) syariah mana saja, pokoknya syariah kita dukung ya, maka luar biasa ini jihad besar bagi beliau (Presiden),” imbuhnya dalam tayangan video.

Buya Yahya pun mengatakan, dari sisi perbankan ini saja, bahkan katanya dalam segala hal, umat mengalami kekalahan. Hal ini harus dipahami oleh umat.

“Gimana bank syariah tidak kalah, wong Anda sendiri sampai hari ini belum hijrah. Padahal ngaji setiap saat,…” ujarnya tampaknya menyindir orang Islam yang belum hijrah ke bank syariah.

Baca: Bank Syariah Mau Maju Pesat? Harus Kaffah

Menurutnya, umat Islam harus hijrah dari bank-bank konvensional agar bank-bank syariah berjaya. Jika berjaya, maka katanya bank-bank syariah akan mampu melobi pemerintahan terkait kebijakan negara dalam hal perbankan.

“Ini kekalahan di kita. Akhirnya imbasnya apa? Sekarang korbannya kita. Mau tidak mau kita harus beli, membeli kartu tersebut (uang elektronik. Red), memasukkan uang ke bank konvensional. Ini kekalahan kita,” ungkapnya.

“Jangan ragu, jangan ragu untuk hijrah!” pungkasnya di depan para jamaahnya.

Pesan khusus Buya Yahya itu terkait isu terkini soal perbankan dan transaksi keuangan. Dimana pemerintah melalui Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan terkait penambahan biaya transaksi isi ulang (top up) uang elektronik (menggunakan kartu-kartu bank. Red). Kebijakan ini mengundang polemik.

Sebelumnya, anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Junaidi Auly, menilai, kebijakan Bank Indonesia untuk membebaskan perbankan menarik biaya tambahan saat top up uang elektronik merupakan kebijakan yang tidak adil dan merugikan masyarakat.

Baca: Anggota DPR: Biaya Tambahan “Top Up” Uang Elektronik Merugikan Masyarakat

“Kebijakan ini kontraproduktif dengan gerakan nasional non-tunai yang sudah dicanangkan, seharusnya insentif yang diberikan bukan disinsentif,” ujarnya diberitakan hidayatullah.com sebelumnya.

Bank Indonesia, pada tanggal 20 September 2017 lalu, telah menerbitkan aturan Gerbang Pembayaran Nasional (National Payment Gateway/NPG) yang menjadi cikal bakal terintegrasinya seluruh sistem pembayaran nasional. Dalam aturan ini, Bank Indonesia di antaranya mengatur skema harga uang elektronik untuk transaksi top up pada kisaran antara Rp 750 – Rp 1.500.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahmad Junaidi AulyAnggota Komisi XI DPR RIBank Indonesiabank konvensionalbank syariahBuya Yahyadoa ulamae-moneyekonomi masyarakatfasilitas umumFraksi PKSGerbang Pembayaran Nasionalisi ulang uang elektronikjalan tolJokowiNational Payment GatewayNPGPartai Keadilan Sejahterapelayanan publikperbankanPKSpolemik uang elektronikPresiden Joko Widodosistem pembayaran nasionaltop up uang elektronikUanguang elektronikulama CirebonUstadz Yahya Zainul Maarif
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiga Tentara Israel Tewas Tertembak di Pemukiman Har Adar
Tulisan selanjutnya Tutup Perbatasan, Turki Siap Ambil Tindakan jika Referendum Kurdistan Iraq Bahayakan Keamanannya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?