Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sejak Awal KSTJ Curiga, Kehadiran Luhut sebagai Menko akan Lanjutkan Reklamasi

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 10 Oktober 2017 08:32 8:32 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 10 Oktober 2017 08:15
Bagikan
Terlihat adanya geliat pembangunan di pulau ini; kapal-kapal tongkang di sekitar pulau, mobil-mobil crane, serta sejumlah blok bangunan yang telah berdiri di salah satu pulau palsu reklamasi Teluk Jakarta. Gambar dijepret dari udara pada Ahad (18/09/2016).
Bagikan

Hidayatullah.com– Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Pandjaitan melakukan pencabutan penghentian sementara (moratorium) reklamasi Teluk Jakarta baru-baru ini. Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta (KSTJ) telah menyampaikan penolakan atas keputusan Luhut itu.

Bahkan, KSTJ mengakui, pihaknya sudah punya kecurigaan sejak awal bahwa reklamasi Teluk Jakarta -yang telah dimoratorium- akan kembali dilanjutkan dengan dipilihnya Luhut sebagai Menko Maritim menggantikan Rizal Ramli.

Diketahui, Menko Rizal pada pertengahan tahun 2016 lalu dicopot oleh Presiden Joko Widodo dan digantikan dengan Luhut, setelah Rizal mengeluarkan kebijakan moratorium reklamasi Teluk Jakarta.

Anggota KSTJ, Oni Mahardika, mengakui pihaknya sudah memiliki kecurigaan atas terpilihnya Luhut sebagai Menko Maritim terkait reklamasi.

“Setelah Rizal Ramli diganti sama Luhut, semua investasi yang berdampak merusak lingkungan dan sosial semakin masif,” ujarnya kepada hidayatullah.com, Senin (09/10/2017).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Investasi tersebut Oni mengakui termasuk proyek reklamasi Teluk Jakarta tersebut.

Baca juga: Luhut Cabut Moratorium Reklamasi Teluk, Jakarta Dinilai Terancam Tenggelam

“KSTJ sejak awal telah mencurigai kehadiran Luhut Panjaitan sebagai Menko Kemaritiman akan kembali melanjutkan proyek reklamasi. Hal ini ditunjukkan dengan proses pasca keputusan motatorium yang tidak transparan dan tertutup dengan rapat seluruh informasi pembahasan reklamasi,” terang KSTJ dalam pernyataan bersamanya di Jakarta, 5 Oktober lalu.

Menurut KSTJ, pemerintah tidak pernah melibatkan pihak-pihak yang menolak reklamasi selama proses moratorium.

KSTJ yang terdiri dari organisasi nelayan, akademisi, mahasiswa, perempuan, dan aktivis lingkungan hidup mengaku tidak pernah didengar pendapatnya. Berbagai surat penolakan reklamasi dan berbagai upaya informasi publik tidak pernah direspon.

“Ini adalah sikap negatif dari pemerintah kepada masyarakat,” ungkap KSTJ.

Sebelumnya, Menko Luhut mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Nomor S-78-001/02/Menko/Maritim/X/2017 pada hari Kamis (05/10/2017), kata Menko Luhut pada hari Sabtu (07/10/2017) di Jakarta.

Baca juga: Masika-ICMI Pertanyakan Alasan Luhut Mencabut Moratorioum Pulau Reklamasi Jakarta

Surat tersebut mencabut surat keputusan Menko Maritim pada tahun 2016 yang menghentikan sementara pembangunan reklamasi.

“Dengan ini diberitahukan bahwa penghentian sementara (moratorium) pembangunan Proyek Reklamasi Teluk Jakarta (sebagaimana dalam surat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Nomor : 27.1/Menko/Maritim/IV/2016, tanggal 19 April 2016), dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi.” Demikian kutipan surat tersebut.

Luhut mengklaim, pencabutan moratorium itu setelah melalui “Kajian teknis ini dilakukan bersama seluruh pihak yang terlibat.”*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:"Rayuan Pulau Palsu"banjirDKI JakartaIndonesia dijualJakarta banjirJakarta terancam tenggelamkisruh reklamasiKoalisi Selamatkan Teluk JakartakontroversiKSTJLBPLingkunganLuhut Binsar PandjaitanLuhut Binsar PanjaitanMenko MaritimMenteri Koordinator Bidang KemaritimanOni Mahardikapulau buatanpulau palsuReklamasi pantaiReklamasi Pantai Utara Jakartareklamasi Teluk JakartaRizal RamliStop Reklamasi Teluk Jakarta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya SMI di Yogyakarta ini Lahirkan Generasi Pewaris Sanad Tajwid
Tulisan selanjutnya Penggerebekan Pesta Homoseks, GIB: Polisi Bertugas Menegakkan Hukum

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?