Hidayatullah.com– Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Bali akan melaporkan dalang kasus pengadangan terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) di Denpasar, Bali, Jumat (08/12/2017).
GNPF Bali didampingi GNPF Pusat akan melaporkan 5 provokator pengadang dakwah UAS tersebut.
Pelaporan itu rencananya akan dilakukan pada Selasa (12/12/2017) atau Rabu (13/12/2017).
“Minimal ada lima orang yang akan kita laporkan ke Mabes Polri (di Jakarta),” ujar pengacara GNPF Ulama Kapitra Ampera di Pekanbaru, Riau, kepada hidayatullah.com, Ahad (10/12/2017) malam saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Baca: UAS ‘Dipersekusi’, Pemerintah-Kepolisian Diminta Terapkan UU Ormas
Orang-orang yang akan dilaporkan tersebut, terangnya, antara lain yang membawa senjata ke dalam sebuah hotel di Denpasar untuk mencari UAS, Jumat.
“Kemudian yang berteriak-teriak mencaci-maki Ustadz,” tambahnya.
Ia menjelaskan, pelaporan itu bagian dari tugas GNPF, yaitu sebagai pengawal ulama, sesuai namanya.
“Intinya, jangan lagi ada persekusi, pengadangan dakwah ulama. Apalagi ini bawa bawa parang masuk hotel. Memangnya Bali itu negara sendiri?” ungkapnya.
Ia mengatakan berbahaya jika kejadian pengadangan dakwah seperti di Bali itu terus terjadi. “Ini bisa memecah persatuan bangsa,” imbuhnya.*