Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Respons Ironi Pertanian, Muhammadiyah Dukung Gerakan Tani Bangkit

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 15 Januari 2018 16:42 4:42 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 15 Januari 2018 16:42
Bagikan
Tanam perdana pilot project Gerakan Tani Bangkit PDM Klaten di Desa Gempol, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Ahad (14/01/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Ormas Muhammadiyah turut merespons kondisi ironis dalam dunia agraria di Indonesia belakangan ini.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten mengaktivasi pilot project Gerakan Tani Bangkit sebagai bentuk pemihakan kepada petani.

Berdasarkan rencana, pilot project itu berlangsung selama 3 tahun yang lokasinya di Desa Gempol, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Ahad (14/01/2018).

Gerakan Tani Bangkit ini juga bersinergi dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan) Dewi Sri Makmur, yang sekaligus diresmikan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Hajriyanto Y Thohari.

Hajriyanto yang meresmikan tanam perdana itu mengatakan, Muhammadiyah melalui gerakan ini dapat memberikan sumbangsih terhadap kebangkitan petani.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Dengan gerakan tani bangkit, Muhammadiyah tetap konsisten menunjukkan kepada masyarakat bahwa dakwah memiliki makna yang luas. Tidak hanya sekadar ritual dan bersifat personal, namun dakwah harus memiliki dampak yang bermanfaat sebagai gerakan pemberdayaan masyarakat,” terangnya.

Gerakan semacam ini, akrab dikenal sebagai gerakan pembebasan, tambahnya. Sehingga dapat membebaskan masyarakat, terutama umat Islam dari keterbelakangan dan kemiskinan.

Baca: MPM Muhammadiyah Sebut Permasalahan Pertanian Kian Mengkhawatirkan

Dalam maknanya yang lain, gerakan tani bangkit merupakan gerakan emansipasi. Upaya pemberdayaan yang dilakukan Muhammadiyah berikhtiar mengangkat harkat dan martabat masyarakat, khususnya petani.

“Dengan demikian petani memiliki kedudukan yang terhormat di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua MEK PDM Klaten, Wahyudi Nasution mengatakan, Gerakan Tani Bangkit ini di Klaten akan membantu dan mendampingi Gapoktan Dewi Sri Makmur dalam memperluas lahan pertanian organik yang sudah ada saat ini dengan luas 12 hektare.

Dalam jangka waktu 3 tahun (Januari 2018 – Desember 2020), nantinya akan ada penambahan lahan minimal 16 hektar. Wahyudi menilai, dengan melibatkan minimal 80 orang petani sebagai sasaran program, maka melalui pendekatan kelompok, petani akan memeroleh modal bertani.

“Pemberian modal menggunakan skema pembiayaan Qardhul-Hasan, para petani tidak dikenai beban bagi hasil dan angsuran, namun mereka akan didampingi untuk menunaikan zakat pertanian produktif,” bebernya.

Zakat pertanian ini sebesar 5 persen dari hasil panen bersih yang akan dikelola melalui Lazismu di daerah Klaten.

Hasil yang dihimpun dari zakat pertanian itu, akan dipergunakan kembali untuk melaksanakan pelatihan-pelatihan dan perluasan lahan pertanian organik di Desa Gempol dan sekitarnya yang berada di kecamatan berbeda, ungkap Wahyudi.

“Mudah-mudahan Muktamar Muhammadiyah ke-48 tahun 2020 di Solo nanti, Gempol akan menjadi destinasi kunjungan studi banding para Muktamirin dan penggembira,” sambungnya.

Baca: Anggota Komisi IV: Impor Beras Bersamaan Musim Panen Tidak Bijaksana

Kepala Desa Gempol, Nusanto Herlambang, menyambut baik agenda tersebut.

“Kegiatan yang ada di wilayah kerja saya sampai dengan 2020 merupakan terobosan dakwah. Layak didukung oleh siapapun yang peduli nasib petani,” paparnya.

Nusanto optimis, program ini akan memiliki efek berantai bagi warga Gempol. Paling tidak, di sini akan hidup pokja-pokja khusus pembibitan, pembuatan pupuk organik, pembuatan obat-obatan organik, dan pembuatan aneka makanan olahan organik.

Peresmian itu ditandai dengan tanam perdana benih padi Rojo Lele, satu jenis padi khas Klaten yang legendaris. Benih ini telah mengalami tahap-tahap pemuliaan sebagai benih padi unggulan di Kabupaten Klaten.

Adapun peresmian dilaksanakan di Pusat Penelitian, Pelatihan dan Pengembangan Pertanian Terpadu (P4T) Desa Gempol. Acara dihadiri oleh para petani Gempol dan sekitarnya, para aktivis Muhammadiyah dari Pusat, Wilayah, Daerah, hingga Ranting Gempol. Hadir pula para pelajar Muhammadiyah yang tergabung dalam Kepanduan Hizbul Wathan yang ikut terjun sambil belajar menanam padi.

Gerakan Tani Bangkit tersebut dimeriahkan Drum Band SMK Muhammadiyah 2 Jatinom dengan atraksi-atraksinya.

Baca: DPR: Kapasitas Produksi Sangat Besar, Mestinya Tak Perlu Impor Beras

Ironi

Nazhori Author Manager Media Center LazizMU mengatakan, komoditas pertanian menjadi cerita ironis di negeri agraris. Indonesia sebagai negeri yang subur dan makmur, ternyata sektor pertaniannya alami kemunduran.

“Profesi petani sudah tidak lagi diminati di desa-desa. Anak-anak dari keluarga petani lebih memilih bekerja di pabrik-pabrik dengan penghasilan yang rendah. Keberadaan petani tak memiliki posisi yang kuat ketika hasil panennya tak mampu menyejahterakan petani sendiri,” sebutnya kepada hidayatullah.com dalam rilisnya itu, Senin (15/01/2018).

Dikatakan, petani kian terpinggirkan, lemah tak berdaya menghadapi kebijakan politik negara. Misalnya harga jual beras yang dibatasi dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh pemerintah, sementara harga pupuk dan kebutuhan lain terus merangkak naik tanpa terkendali.

“Merespons posisi petani yang terpuruk, lembaga amil zakat nasional, dalam hal ini Lazismu hadir di tengah-tengah para petani untuk mendorong kemajuan sektor pangan dan kesejahteraan para petani,” sebutnya.

Sementara itu, diketahui, jelang musim panen padi di berbagai daerah, pemerintah pusat justru mengambil kebijakan impor beras sebanyak 500 ribu ton di awal tahun 2018 ini. Kebijakan ini mendapat sorotan dari berbagai pihak. Harga beras saat ini sedang naik.*

Baca: PKS: Impor Beras Pukulan Berat Bagi Petani

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agrariaDesa GempolGerakan Tani BangkitHajriyanto Y Thohariharga berasHET berasimpor berasironi pertanianJawa TengahKabupaten KlatenKecamatan KaranganomKetua PP MuhammadiyahLazizMUMajelis Ekonomi dan Kewirausahaan MuhammadiyahMuhammadiyahnasib petaniPDM KlatenpertanianpetaniPimpinan Daerah MuhammadiyahPP Muhammadiyahproduksi berassawah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MK Gelar Sidang Perdana Uji Materi UU Ormas Baru
Tulisan selanjutnya Senator DKI Ajak Warga Jakarta Dukung Penuh Hentikan Reklamasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?