Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Peneliti INDEF: Pelemahan Rupiah Tidak Bisa Dimaklumi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Juni 2018 21:32 9:32 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Juli 2018 06:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Setelah libur panjang Lebaran 2018, nilai tukar rupiah terus melemah. Jumat kemarin, nilai tukar rupiah jadi Rp 14.325 per dolar AS.

Menurut peneliti INDEF, Bhima Yudhistira, pelemahan rupiah tidak bisa dimaklumi. Sebab investor tidak percaya dengan kondisi internal ekonomi Indonesia.

“Kalau ekonomi Indonesia solid, investor tetap betah di Indonesia meskipun tekanan globalnya naik. Contohnya selama 1 tahun terakhir ringgit Malaysia justru menguat terhadap dolar AS. Padahal Malaysia sempat mengalami kisruh politik,” ujarnya saat dihubungi hidayatullah.com, Jumat (29/06/2018).

Bhima menambahkan, faktor lain yang membuat rupiah melemah adalah dominannya investor asing di pasar keuangan dalam negeri.

“40 % utang dipegang asing, jadi sangat sensitif ke stabilitas ekonomi,” katanya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Mengenai langkah BI menaikkan suku bunga acuan, menurut Bhima, efek bunga acuan hanya sementara dan masih kalah dengan sentimen faktor global.

“Meskipun di atas ekspektasi pelaku pasar karena naik 50 bps (basis poin), belum mampu menguatkan kurs rupiah sesuai target. Ini terlihat dari rupiah yang masih melemah di level 14.325 pada penutupan hari ini (29/06/2018),” katanya.

Kondisi ini, kata Bhima, juga menjadi peringatan bahwa bunga acuan tidak bisa dijadikan solusi tunggal penguatan kurs rupiah.

“Harus ada kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang terukur dan tepat sasaran,” tegasnya.

Misalnya, ia mencontohkan, membuat paket tentang stabilisasi kurs dengan perbanyak insentif bagi sektor penguat devisa.

“Jadi bentuknya harus lintas sektoral sehingga dampak ke penguatan rupiah langsung terasa,” pungkasnya.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memandang lemahnya rupiah ini masih bisa “dimaklumi” karena kencangnya tekanan pasar keuangan, menyusul ekspektasi empat kali kenaikan suku bunga The Federal Reserve. Selain itu, rupiah juga tertekan oleh arah kebijakan normalisasi Bank Sentral Eropa.

“Selama libur itu terjadi kenaikan mata uang global. Semua mata uang juga melemah, jadi tidak usah kaget,” kata Perry kemarin dikutip Antara. Ia menganggap lemahnya rupiah ini masih wajar karena level depresiasinya tidak lebih dibanding negara-negara “emerging markets” lain.* Andi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bhima Yudhistiradolarekonomiekonomi globalekonomi IndonesiaINDEFkurskurs rupiahnilai tukar rupiahPeneliti INDEFsuku bungasuku bunga acuan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammadiyah Bireuen: Pembangunan Masjid At-Taqwa Dihentikan Kepolisian
Tulisan selanjutnya Tahun Terakhir, Tantangan Jokowi Perbaiki Sektor Pertanian Pangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?