Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

HRS Diminta Saudi Serahkan Nama-nama Orang Mencurigakan

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 10 November 2018 16:58 4:58 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 10 November 2018 16:58
Bagikan
Eks Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS).
Bagikan

Hidayatullah.com– Kepolisian Arab Saudi meminta Habib Rizieq Shihab (HRS) untuk menyerahkan nama-nama orang mencurigakan terkait kasus dugaan gerakan intelijen asing di Saudi.

HRS diminta Saudi menyerahkan nama-nama tersebut karena beredarnya sebuah foto HRS saat sedang bersama aparat kepolisian Saudi pasca kasus fitnah yang menimpa HRS di Makkah, Arab Saudi, dimana sebuah bendera hitam dipasang -entah oleh siapa- di kediaman HRS.

“Jadi daftar ini (nama-nama tersebut, Red) sedang kita buat dan sedang kita pertimbangkan, mana nama yang akan kita serahkan, mana nama yang sementara untuk tidak kita serahkan dulu. Tapi saya ingatkan kepada semua pihak, jangan coba-coba anda bermain api, maka anda akan terbakar sendiri,” ujar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu dalam konferensi persnya di Makkah disampaikan lewat saluran resminya, Jumat (09/11/2018) menyikapi fitnah terhadapnya.

Baca: HRS Berterima Kasih, tapi Ingatkan KBRI Riyadh

HRS mengungkapkan. Setelah aparat kepolisian memeriksanya terkait bendera hitam yang terpasang tersebut, besoknya, kepolisian Saudi kembali memanggilnya.

Siang itu ia pergi ke kantor kepolisian dengan didampingi oleh utusan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Semula saya berpikir panggilan ini mungkin ada pertanyaan-pertanyaan tambahan, ada pemeriksaan lanjutan. Begitu sampai di sana, ternyata saya tidak ada pemeriksaan lanjutan, kasus saya sudah selesai, karena saya hanya sebagai korban,” terang HRS didampingi istri dan ketiga putrinya.

Tetapi, lanjut HRS, ternyata pihak kepolisian Saudi meminta kesediaan HRS untuk melaporkan kejadian tersebut.

Baca: Habib Rizieq Difitnah Lagi

“Karena ada hal yang membuat mereka tersinggung, dimana ada seseorang yang meletakkan poster di tembok rumah saya, kemudian memfotonya, kemudian setelah itu mereka diduga bersembunyi di salah satu gedung di sekitar gedung-gedung yang ada di sekitar tempat tinggal kami, kemudian pada saat saya ini berdialog dengan pihak kepolisian, mereka mengambil gambar dengan kamera jarak jauh, dan sangat fokus sekali, kemudian foto tersebut disebarkan di Indonesia, disiarkan di berbagai televisi,” ungkapnya.

Rupanya, ungkap HRS, hal ini membuat kepolisian Arab Saudi sangat marah.

“Mereka tersinggung dan mereka kecewa, karena sebetulnya menurut mereka apa yang mereka (kepolisian) lakukan terhadap saya hanya rutinitas biasa. Ada poster dipasang di sebuah rumah, kemudian dia panggil penghuni rumah, ditanya, itu merupakan rutinitas standar yang biasa dilakukan oleh kepolisian Saudi Arabia.”

Baca: HRS Tidak Ditangkap, Diajak Kerja Sama Aparat Saudi

HRS pun memberikan catatan. Poster apapun tidak boleh dipasang di rumah-rumah tinggal di Arab Saudi. Itu peraturan negara.

“Bukan hanya itu, andaikata saya cinta bendera Merah Putih, kemudian bendera Merah Putih saya tempel di dinding tembok rumah saya, rumah pribadi, itu tidak boleh.

Bendera Merah Putih itu hanya boleh dikibarkan di KBRI, di KJRI, atau di kantor-kantor khusus memang milik pemerintah Indonesia, Kalau di rumah-rumah tinggal, di perkampungan, itu tidak boleh. Jadi itu memang peraturan,” jelasnya.

Jadi jelas HRS pemeriksaan terhadapnya yang dimintai keterangan itu rutinitas biasa.

Baca: Munarman: Ada Operasi “Bendera Palsu” Terhadap HRS di Makkah

“Nah yang membuat pemerintah Saudi atau kepolisian aparat keamanan Saudi Arabia ini marah, kecewa, karena ada penyebarluasan foto secara masif di negara kita Indonesia, yaitu dimana ada seorang perwira dari kepolisian sedang menanyai saya di tengah jalan, dan itu menjadi viral.”

HRS pun setuju pun untuk menyerahkan nama-nama orang yang mencurigakan terkait kasus tersebut.

“Saya sepakat, saya buat laporan, dan mereka senang, kita bekerja sama dengan baik. Kemudian dari laporan yang kita buat, maka pihak aparat keamanan Saudi akan mengejar mereka, yaitu mereka melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap penghuni rumah tanpa izin penghuni rumah, membuat poster membuat masalah.”

“Kemudian kedua mereka juga dituntut UU ITE yang ada di Saudi Arabia karena ancaman 15 tahun penjara dan denda 2 juta riyal, itu setara dengan 8 miliar rupiah.

Tidak sampai di situ karena ini bisa dikenakan UU Spionase. Karena kalau terbukti mereka nanti tertangkap melakukan gerakan intelijen asing di dalam wilayah hukum negara Saudi Arabia, mereka bisa dikenakan hukuman pancung. Jadi ini tidak main-main, karena itu saya sepakat, saya setuju, kita bekerja sama, kita kejar mereka,” papar HRS.

Ia mengungkapkan bahwa laporan tersebut sudah dibuatnya. Pihak kepolisian Saudi juga sudah melakukan olah TKP untuk menentukan sudut dari gedung mana mereka akan melakukan penggeledahan, akan melakukan pencarian.

“Kita doakan saja semoga pelakunya akan tertangkap,” ajaknya berharap.

Baca: BIN Bantah Terlibat terkait Fitnah Terhadap HRS di Saudi

“Kepada semua pihak, saya ingatkan jangan bermain-main untuk melakukan suatu gerakan intelijen di negara lain, karena itu satu pelanggaran yang sangat serius dan hukumannya juga sangat-sangat serius,” seru HRS.

Ia mengungkap, “Saya juga diminta untuk membuat daftar orang-orang yang saya kenal yang saya tahu, yang saya curigai melakukan gerakan memata-matai segala kegiatan saya selama di Saudi Arabia ini.

Saya sedang membuat yaitu daftar tersebut, dan saya tahu betul siapa-siapa yang bermain baik yang datang dari Indonesia ataupun warga negara Indonesia yang mukim yaitu berada di negara Saudi Arabia ini yang direkrut oleh pihak tertentu untuk melakukan gerakan memata-matai.”

Baca: Dubes RI Rilis Pemberitaan Habib Rizieq di Saudi

Sebelumnya lewat akun resminya HRS juga mengungkapkan:

“Sebetulnya Kamera CCTV ada dan telah dipasang di kediaman Habib Rizieq untuk mengawasi keadaan di sekitar rumah beliau, tetapi Kamera CCTV tersebut telah di curi orang beberapa saat sebelum kejadian.

Dan hari ini akhirnya terjawab tujuan pencurian kamera CCTV tersebut, yaitu supaya tidak diketahui siapa orang-orang yang menyatroni rumah Habib Rizieq secara diam-diam lalu melakukan penjebakan.

Apalagi ada informasi yang masuk ke HRS bahwa pihak Intelijen (BIN) telah menyewa rumah di sekitar kediaman Habib Rizieq untuk memantau aktivitas beliau selama 1×24 jam, dan telah lama diketahui HRS,” lewat Twitter Habib Rizieq Shihab @IB_HRS, حبيب محمّد رزق شهاب ‏ @IB_HRS, yang isinya senada yang disampaikan oleh Jubir FPI Munarman kepada hidayatullah.com, Rabu (07/11/2018).*

Baca: Pengamat Nilai Rilis Dubes RI soal HRS Tidak Profesional

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiBINfitnahHabib Rizieq ShihabHRSHRS difitnahImam Besar FPIintelijenKBRIKBRI RiyadhKJRIKJRI Jeddahmakkah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBB: Pemilu di Libya Harus Ditunda Sampai 2019
Tulisan selanjutnya Mereka Menunggu Dai yang ‘Membumi’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?