Hidayatullah.com– Reuni 212 yang berlangsung hari ini, Ahad (02/12/2018) diperkirakan diikuti 7 juta massa sebab mirip suasana Aksi Bela Islam Jilid III (Aksi 212) pada 2 Desember 2016.
Animo masyarakat mengikuti reuni Aksi Bela Islam 212 tersebut memang begitu tinggi.
Sejak semalam saja, lapangan Monas, Jakarta Pusat, sebagai titik aksi, sudah mulai dijubeli masa Reuni 212.
Pantauan tim hidayatullah yang disebar pada berbagai titik, kepadatan massa sudah terjadi. Hingga Ahad sekitar pukul 06.52 WIB kawasan Monas sudah padat.
“Penuh sesak,” Azim melaporkan.
Sementara massa terus berdatangan dari berbagai penjuru, termasuk yang menggunakan kereta rangkaian listrik (KRL).
Massa bahkan tidak bisa keluar di Stasiun Gondangdia saking padatnya, terpaksa memilih turun di Stasiun Juanda dekat Masjid Istiqlal.
“Ane enggak bisa keluar di Gondandia, lanjut Juanda,” ujar Efendi peserta dari Depok, Jawa Barat, sekitar pukul 07.35.
Peserta Reuni 212 juga berjubel di Stasiun Manggarai.
“Kondisi di Kramat macet penuh sesak,” Ismail AZ, peserta reuni melaporkan sekitar pukul 06.39 WIB.
“KRL masih penuh oleh peserta reuni,” lapor Agung sekitar pukul 06.25 WIB.
Kawasan Patung Tani massa sudah padat. Di kawasan Jl MH Thamrin menuju Bundara HI massa juga cukup memadat. Jalan protokol tersebut disemuti massa putih-putih.
Foto udara dengan drone memperlihatkan padatnya lapangan Monas seperti pada Aksi 212 dua tahun lalu.
Reuni Akbar 212 yang digelar Ahad (02/12/2018) adalah gerakan simpatik yang dilakukan tujuh juta warga Indonesia pada 2 Desember 2016 yang menuntut keadilan atas penistaan terhadap ayat suci Al-Qur’an oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Ahok akhirnya diputuskan bersalah dengan vonis 2 tahun penjara oleh hakim atas kasus penodaan agama pada Mei 2017. Ahok kini ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.* SKR/Ist