Hidayatullah.com–Tren ekonomi Islam yang dewasa ini meningkat perkembangannya diberbagai sektor, menarik perhatian Forum study Islam (FSI) Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia untuk turut berpartisipasi mensosialisasikannya kemasyarakat.
FSI UI mengadakan Sharia Sconomic Days (second 2001), sebuah acara mencoba mengeksplorasi keunggulan-keunggulan ekonomi Islam dan memperkenalkannya kemasyarakat.
Acara ini menghadirkan dua pembicara berasal dari praktisi perankan syariah, yaitu Ali Sakti, Direktur of Islamic Banking, Bank Indonesia, dan Eka B. Danuwira, Sr. Vice President Human Capital Bank Syariah Mandiri.
Menurut Ali Sakti, perbankan syariah mengalami perkembangan yang baik dalam sisi regulasi, namun kurang dukungannya dari berbagai pihak.
“Dukungan berbagai pihak terhadap perbankan syari’ah masih minim, ini dapat dilihat dari masih digunakannnya Bank Konvensional sebagai pay-roll oleh lembaga-lembaga Islam,” ungkapnya.
Sedangkan Eka B.Danuwira sendiri menjelaskan masih besarnya jurang yang memisahkan antara kebutuhan praktisi perbankan syari’ah dengan ketersediaan sumber daya insaninya. Perbankan syari’ah masih kekurangan sumber daya insani yang berkuakitas.
“Banyak yang mencoba menjadi praktisi perbankan syari’ah tetapi banyak yang gagal dalam tes seleksinya,” ujar Eka.
Persoalan ini banyak sekali dialami perbankan syari’ah yang menurut Eka, karena masih lemahnya kemampuan para calon praktisi tersebut beradaptasi dengan lingkungan perbankan syari’ah.
Acara ini selain menghadirkan talkshow dan lomba esai, juga menyajikan bazar di lingkungan sekitar acara tersebut, nampak juga puluhan peserta begitu antusias mengikuti hajatan tahunan yang diadakan FSI FE Universiitas Indonesia ini.
Dalam rangkaian acara tersebut FSI coba menampilkan perlombaan esai yang bertemakan persoalan-persoalan sektor ekonomi di Indonesia dengan kacamata ekonomi Islam.
Salah satu finalis esai, Pusparini mengatakan dalam esainya, ekonomi syariat yang mempunyai ciri-ciri kerakyatan mampu menjawab tantangan yang dihadapi Indonesia dan menggantikan sistem ekomoni yang gagal di Indonesia.
“Ekonomi sya’riah sudah siap menggantikan kapitalisme yang gagal mensejahterakan rakyat,” tutur Rini disela-sela acara di gedung Fakultas Ekonomi UI, Depok, Jawa Barat.*