Hidayatullah.com–Wakil Ketua MUI Anwar Abbas menanggapi soal konten meminta perempuan untuk berjilbab yang viral belakangan dibuat oleh ZavildaTv. Menurut Anwar Abbas, apabila tindakann tersebut berupa ajakan maka tidak masalah.
“Kalau yang dibuat oleh si pembuat konten itu hanya bersifat imbauan atau ajakan serta tidak ada unsur-unsur pemaksaan dan intimidasi, tentu tidak masalah,” ucap Anwar Abbas, Selasa (30/8/2022), dilansir oleh Detikcom.
Anwar Abbas pun mengingatkan agar orang yang ingin mengajak berjilbab menggunakan kata-kata yang lembut.
“Apalagi kalau yang bersangkutan dalam menyampaikan pesan dan ajakannya tersebut tidak mempergunakan bahasa yang kasar, tapi mempergunakan bahasa yang baik, sopan, dan santun. Bahasanya pun jangan menyakiti hati yang diajak,” ucapnya.
Anwar Abbas lalu menyinggung soal UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Menurutnya, tak salah mengingatkan soal hal tersebut.
“Di negeri ini seperti diketahui juga sudah ada UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi, yang melarang orang menyajikan secara eksplisit ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan,” katanya.
“Mengingatkan saudara-saudara yang lain yang belum berbuat sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang ada tersebut agar memperbaiki diri dan memenuhi hukum yang ada tersebut dengan sebaik-baiknya,” sambungnya.
Klarifikasi Zavilda TV
Sebelumnya konten video YouTube kanal Zavilda TV menjadi perbincangan viral di media sosial (medsos) karena dituding memaksa perempuan yang tidak berjilbab untuk mengenakan jilbab.
Pihak Zavilda TV sendiri telah menayangkan klarifikasi terkait polemik yang menyangkut kontennya. Video klarifikasi diunggah pemilik kanal Zavilda TV, yakni Zavilda, di kanal YouTube Ezagio VR, Selasa (30/8/2022).
Dalam video berdurasi 32,21 menit itu, ada Zavilda atau Vilda, pemilik akun Ezagio VR yang dipanggil Eza, saksi bernama Rudi, serta talent atau artis yang pernah tampil di video ‘penjilbaban’ Zavilda TV, disebut sebagai Lastri yang berambut pirang.
“Klarifikasi Zavilda TV terkait berita viral|Fakta sebenarnya! Mohon Maaf,” demikian judul video itu.
Isi video itu berisi permintaan maaf pihak Zavilda TV dan teman-temannya. Mereka juga mengaku salah.
“Saya yang disebut di semua media sebagai Zavilda, Vilda, dan lain-lainnya, saya memohon maaf banget sebesar-besarnya kepada kalian semua. Saya juga ucapkan terima kasih buat kalian semua atas tegurannya, atas nasihat yang baik,” kata Zavilda.
Mereka juga menjelaskan cara membuat konten itu, yakni mencari orang secara acak (random), kemudian menyampaikan arahan singkat (briefing) kepada objek yang hendak divideokan atau dipakaikan jilbab. Mereka menegaskan konten videonya tidak mengandung unsur paksaan dan diunggah sesuai dengan kesepakatan pihak yang divideokan.*