Hidayatullah.com– Anggota DPR RI asal Aceh, Muhammad Nasir Djamil, meminta pemerintah agar menetapkan tanggal 26 Desember sebagai libur nasional dan hari kesiapsiagaan bencana.
“Tanggal tersebut diambil dari peristiwa gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh tahun 2004 silam. Dimana Aceh mengalami kerusakan yang sangat parah. Korban yang hilang dan yang meninggal mencapai ratusan ribu jiwa,” ujarnya lansir KBRN, Selasa (25/12/2018).
Menurut Anggota Komisi III DPR ini, penetapatan tanggal 26 Desember sebagai hari libur nasional dan kesiapsiagaan bencana merupakan bentuk empati dan simpati serta pengakuan pemerintah terhadap rakyat Indonesia yang mengalami musibah gempa dan tsunami.
Baca: Jejak-jejak Tsunami Aceh
Tak hanya itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menjelaskan, libur nasional dan hari kesiapsiagaan bencana itu menunjukkan kesadaran bangsa ini. Bahwa, Indonesia posisinya berada di kawasan ring of fire atau cincin api yang memungkinkan Indonesia berpotensi mengalami gempa susulan dan tsunami setiap saat.
“Dengan menjadikan tanggal 26 Desember sebagai libur nasional dan hari kesiapsiagaan bencana, maka Indonesia akan berusaha menyiapkan sarana dan prasarana serta sumberdaya manusia, terutama menghadirkan sistem peringatan dini terhadap gempa dan tsunami, serta melakukan edukasi tiada henti kepada warga negara sehingga terwujud masyarakat yang sadar bencana,” tandasnya.
Baca: Wamendagri Arab Saudi kunjungi lokasi bantuan Tsunami Aceh
Saat ini, kata dia, sangat ironis. Indonesia di posisi ring of fire tapi langkah nyata sering insidental dan seremonial. Akibatnya, saat terjadi bencana kita tidak siap menghadapinya.
“Menjadikan tanggal 26 Desember sebagai hari libur nasional dan kesiapsiagaan bencana diikuti dengan menambahkan pendidikan sadar bencana di semua jenjang pendidikan. Mulai dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas. Bila perlu seluruh universitas negeri di Indonesia membuka program pendidikan (prodi) tentang bencana,” pungkasnya.
Diketahui, setiap tanggal 26 Desember selalu dikenang sebagai hari berduka bagi masyarakat Aceh dan Indonesia pada umumnya.
Pada 26 Desember 2004 lalu, Tanah Rencong dihantam bencana tsunami dahsyat yang menewaskan sekitar 170 ribu warganya.
Hari ini, Rabu (26/12/2018) dilakukan peringatan 14 tahun tsunami Aceh. Menandai peringatan itu, nelayan di Aceh dilarang melaut untuk mengenang tragedi kemanusiaan bersejarah tersebut.*