Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Solidaritas Ormas Islam Surabaya Tuntut China Setop Penindasan Uighur

Akbar Muzakki
Terakhir diupdate: 28 Desember 2018 16:47 4:47 pm
Akbar Muzakki
Dipublikasikan 28 Desember 2018 16:47
Bagikan
Solidaritas Ormas Islam Kota Surabaya (SOLARIS) "menyegel" Konjen China di Surabaya, dalam aksi bela Muslim Uighur, Jumat (28/12/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Partai Komunis China (PKC) atau Partai Komunis Tiongkok (PKT) kembali membuka program “Re-Edukasi” yang telah dihapuskan pada tahun 2013. Informasi yang telah beredar menyebut pembukaan program itu dilakukan oleh Sekretaris PKC Wilayah Xinjiang, Chen Quanguo.

Solidaritas Ormas Islam Kota Surabaya (SOLARIS) menilai, PKC telah menjadi ancaman serius terhadap keberlangsungan nilai-nilai keadaban dan tatanan internasional berdasar aturan.

Tindakan keras besar-besaran PKC pada tahun 2018 ini sungguh di luar batas kemanusiaan. Meliputi penangkapan intelektual independen, pemaksaan masyarakat sipil, serta tindak represi penganut agama dari semua jenis, termasuk Kristen, Buddha Tibet, Buddha China, Muslim Hui, serta Muslim Uighur di seantero pelosok China.

Baca: Ribuan Massa Geruduk Konjen China di Surabaya

Saat ini, masyarakat internasional meyakini ratusan ribu, dan bahkan mungkin lebih dari dua juta orang, telah terseret ke kamp penahanan massal di Turkistan Timur (Xinjiang) sejak April 2017. Dalih RRC bahwa upaya tersebut dilakukan untuk program “Re-Edukasi” dalam bentuk “Sekolah Vokasional” dinilai jelas merupakan dalih untuk menutupi aneka tindak kekerasan terhadap warga sipil. Lebih dari 12 bulan kamp-kamp ini tidak bersifat sementara. Lokasi ini sudah mirip kamp konsentrasi.

Sebagaimana diketahui, model dan teknologi yang mendukung penindasan massal di Xinjiang sudah diluncurkan ke bagian lain RRC. Wilayah Xinjiang telah menjadi laboratorium penindasan, dan hasilnya sudah dirasakan di Ningxia dan di tempat lain.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Bahkan, otoritas Hongkong mengumumkan bahwa mereka akan mengirim delegasi ke Xinjiang untuk mempelajari model pengawasan ala RRC di sana. Untuk menutupi tindak kekerasan itu, RRC telah menyebarkan propaganda sesat bertajuk “Separatisme”, “Meredam Terorisme”, bahkan isu “Kemerdekaan Uighur”. Semua isu sesat ini dihembuskan rezim Beijing guna menutupi tindak kekerasan yang dilakukannya.

Baca: Dubes China Temui PP Muhammadiyah Bahas Uighur

Oleh karena itu, Solidaritas Ormas Islam Kota Surabaya menyatakan, pertama, segera hentikan segala tindak kekerasan terhadap warga/komunitas Uighur di Provinsi Xinjiang, RRC. Program “Re-Edukasi” RRC terhadap warga Uighur pada dasarnya adalah bentuk ”Kamp Konsentrasi” abad 21 yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.

Kedua, Solidaritas Ormas Islam menuntut Pemerintah Republik lndonesia wajib segera bersikap dalam kasus penindasan Uighur ini sebagai pelaksanaan bunyi alinea pertama Undang-Undang Dasar 1945, yakni “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”. “Alinea ini bersifat universal, oleh karena itu, segala tindakan tak berperikemanusiaan dan berperikeadilan terhadap bangsa Uighur harus dipertanyakan di forum internasional,” dalam pernyataannya di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/12/2018).

Baca: Konjen China Tak Terima Perwakilan Aksi Bela Uighur di Surabaya

Ketiga, Solaris mendesak PBB agar segera menurunkan tim pencari fakta (fact findings team) ke Provinsi Xinjiang demi menegakkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM).

“Negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Internasional (OKI) wajib ikut serta dalam upaya mencari fakta tersebut demi menegakkan prinsip-prinsip kemanusiaan serta keadilan,” serunya.

Kemudian, Solaris menolak tenaga kerja China (TKC) yang disebut telah membanjiri berbagai pengerjaan proyek di Indonesia dan boikot produk-produk RRC.

“Kelima, kembalikan hak-hak Bangsa Uighur. Hak untuk hidup layak, hak kebebasan untuk berekspresi tanpa waswas dicurigai, dan hak kebebasan beragama,” pungkasnya.

Anggota Solaris antara lain Muhammadiyah Surabaya, Al-Irsyad Surabaya, FPI Surabaya, GUIB (Gerakan Umat Islam Bersatu) Jawa Timur, dan berbagai ormas lainnya.*

Redaktur: Akbar Muzakki
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaKonjen ChinaMuslim Uighurpartai komunis chinapenindasan uighurPKCRRCSurabayauighurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konjen China Tak Terima Perwakilan Aksi Bela Uighur di Surabaya
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah Minta China Kedepankan Kemanusiaan, Bukan Kekerasan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?