Hidayatullah.com– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperbaharui data korban akibat bencana longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Hingga Rabu (02/01/2019) pagi pukul 08.00 WIB, tercatat sudah 15 korban meninggal dunia.
Pantauan koresponden hidayatullah.com di lapangan, tim SAR gabungan terus bekerja sama melakukan upaya evakuasi korban.
“32 KK/101 jiwa tertimbun longsor,” sebut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho lewat saluran resminya di Twitter.
Baca: Longsor Timbun 34 Rumah Adat di Sukabumi, 4 Orang Meninggal
Sebanyak 30 rumah rusak berat, 63 orang selamat, 3 orang luka-luka, dan 20 orang masih dicari.
Daerah yang terlanda longsor cukup luas, tanah tebal, tanah berlumpur, longsor susulan sering terjadi. Akses cukup sulit dijangkau dan cuaca sering hujan menyebabkan evakuasi korban cukup sulit dilakukan.
Sebelumnya, bencana longsor kembali terjadi dan menimbulkan korban jiwa. Di saat sebagian besar penduduk bersuka cita menyambut tahun baru 2019, bencana longsor justru terjadi dan menimbulkan korban jiwa.
Hujan deras yang mengguyur sekitar Desa Sirnaresmi menyebabkan aliran permukaan di areal hutan dan persawahan. Jenuhnya air menyebabkan longsor perbukitan dan materialnya meluncur menuruni lereng, kemudian menimbun sekitar 34 rumah kampung adat bagian bawahnya, yaitu di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Senin (31/12/2018) pukul 17.00 WIB.* Rizky KS/SKR
Baca: Hindari “Tsunami” di Pantai, Kena Longsor di Pegunungan