Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pengamat Nilai Lebih Baik Berdayakan Putra Bangsa daripada Impor Rektor

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Agustus 2019 11:41 11:41 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Agustus 2019 11:41
Bagikan
Pengamat politik Jerry Massie
Bagikan

Hidayatullah.com– Pengamat politik Jerry Massie mengusulkan pemerintah Indonesia agar lebih memberdayakan putra bangsa yang berpotensi, daripada mewacanakan mendatangkan tenaga asing untuk menjadi rektor perguruan tinggi di Indonesia.

Ia mengatakan bahwa banyak putra bangsa Indonesia yang berpotensi dan berprestasi di dunia internasional.

“Hendaknya pemerintah lebih fokus memberdayakan putra bangsanya, sekaligus memberikan dukungan penuh untuk kemajuan perguruan tinggi,” ujar Jerry Massie lewat pernyataan tertulisnya di Jakarta, Rabu (07/08/2019).

Wacana mendatangkan rektor asing untuk memimpin perguruan tinggi di Indonesia, sebagaimana dilontarkan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir, untuk memajukan perguruan tinggi Indonesia.

Jerry mengatakan bahwa wacana Menristekdikti itu mendapat penolakan dari banyak pihak yang, dimana wacana itu dinilai merendahkan bangsa Indonesia, terutama para guru besar di perguruan tinggi ternama.

“Banyak putra bangsa Indonesia yang telah lulus program doktor dari perguruan tinggi di mancanegara dan saat ini menjadi guru besar maupun ahli,” ungkapnya.

Ia pun menyentil soal perhatian pemerintah terhadap fasilitas di perguruan tinggi yang dinilai kurang diperhatikan.

Menurut Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies ini, untuk menaikkan peringkat perguruan tinggi, tak harus mendatangkan rektor asing, tapi meningkatkan fasilitas serta kualitas proses belajar-mengajar di kampus tersebut.

Masih banyak perguruan tinggi di Indonesia yang dilihat fasilitasnya belum optimal, mislanya, sistem pembelajaran dan laboratorium.

“Indonesia banyak memiliki guru besar dan para ahli yang mampu memimpin perguruan tinggi dengan baik, kenapa mewacanakan mendatangkan rektor asing?” ungkapnya mempertanyakan.

Berdasarkan data QS World University Rankings 2020 terhadap 1.000 perguruan tinggi di dunia dikutip Antara, ada lima perguruan tinggi terkenal di Indonesia yang masuk dalam ranking dunia tersebut dan mengalami peningkatan.

Dari lima perguruan tinggi teratas, hanya Universitas Indonesia (UI) yang mengalami penurunan, yakni dari peringat 292 pada 2019 menjadi peringkat 296 pada 2020.
Sementara, empat perguruan tinggi lainnya meningkat antara lain yakni, Universitas Gajahmada (UGM) naik dari peringkat 391 menjadi peringkat 320. Institut Teknologi Bandung (ITB) naik dari peringkat 359 menjadi peringkat 331.*
Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:impor rektorJerry Massiepengamat politikPerguruan Tinggirektorrektor asing
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jelang Puncak Haji, Menag Formulasikan Rumus 5-5-3 bagi Petugas
Tulisan selanjutnya Menantu Habib Rizieq: Hilangnya Ulama Harusnya Jadikan Umat Bersatu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?