Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ketum Muhammadiyah: 74 Tahun Indonesia Harus Lebih Maju & Adil

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 17 Agustus 2019 06:41 6:41 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 17 Agustus 2019 06:41
Bagikan
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, dalam usia yang ke-74 tahun Indonesia harusnya sudah menjadi negara yang lebih maju dan lebih adil.

Haedar menilai bangsa yang merdeka berarti bangsa yang tidak terbelenggu lagi oleh apapun. Merdeka bukan sekadar tidak lagi dijajah, tapi juga punya cita-cita dan usaha keras dalam membawa bangsa ini ke depan.

Hari ini, Sabtu (17/08/2019), segenap bangsa Indonesia merayakan hari kemerdekaannya di berbagai penjuru tanah air bahkan di luar negeri.

“Mari kita jadikan Indonesia sebagai negara yang setara bahkan unggul dibandingkan negara lain. Merdeka bukan hanya bebas dari penjajah. Tetapi untuk merdeka yang punya tujuan dan cita-cita, perlu ikhtiar dan kerja keras dan mengetahui kemana arah perjalanan Indonesia dibawa. Merdeka utuh, artinya setelah 74 tahun merdeka, Indonesia tidak boleh lagi berada dalam belenggu apapun, harus lebih maju, adil, sebagaimana cita-cita nasional Indonesia,” ujar Haedar lewat akun resminya di Instagram, Jumat (16/08/2019) pantauan hidayatullah.com Sabtu pagi.

Baca: Memaknai Esensi Kemerdekaan

Indonesia kini berusia 74 tahun dari hari kemerdekaannya, 17 Agustus 1945. Ketika seluruh elemen bangsa memperingati hari kemerdekaan, seluruh warga dan elite bangsa, kata dia, sepatutnya merenungkan kembali perjuangan filosofi serta cita-cita para pendiri bangsa ketika merebut kemerdekaan pada tahun 1945 melalui Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Ketika di seluruh pelosok tanah air memperingati hari kemerdekaan ini, dihargai adanya upacara sosial dan ritual untuk memperingati hari yang bersejarah itu sebagai bentuk dari rasa memiliki. Juga melalui berbagai upacara, kita menunjukkan rasa memiliki rasa kebanggaan,” sebutnya.

Tidak kalah penting, menurutnya, bagaimana segenap bangsa ini menghayati kembali para pahlawan yang telah berkorban dengan harta, pikiran, tenaga, bahkan jiwa untuk Indonesia merdeka.

“Begitu juga dengan pasca kemerdekaan, dinamika penuh warna suka dan dukanya telah dijalani oleh bangsa Indonesia dalam pergumulan sejarah yang panjang,” ujarnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:haedar NashirHari KemerdekaanHUT RI ke-74indonesiakemerdekaanMuhammadiyahRepublik Indonesia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Jatim Siap Menyambut Berlakunya UU JPH
Tulisan selanjutnya Sampaikan Kritik Lewat Kartun, PKS: 74 Tahun Indonesia Makin Lucu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia

Berita
11 Oktober 2026 20:48
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?