Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Walhi: Negara Gagal Penuhi Hak Warga Bernapas Aman & Nyaman

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 24 September 2019 13:59 1:59 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 24 September 2019 13:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) beserta perwakilan organisasi masyarakat sipil yang peduli terhadap kondisi rakyat Indonesia menilai, negara telah gagal mengurus warganya dalam bencana kabut asap serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Walhi menilai negara telah gagal memenuhi hak dasar warga untuk bernapas dengan aman dan nyaman khususnya di daerah terdampak bencana kabut asap.

Walhi menyatakan, kabut asap yang dihirup oleh warga di sebagian Sumatera dan Kalimantan telah menghilangkan hak yang paling dasar dari keberadaan manusia yaitu bernapas dengan aman dan nyaman.

“Kejadian kabut asap yang terus berulang dari tahun ke tahun membuktikan kegagalan negara dalam mengelola sumber daya alam, serta kegagalan dalam mengurus warga negara yang seharusnya dilindungi kehidupan dan keselamatannya. Berlarutnya penanganan kabut asap ini juga menunjukkan kegagalan pemerintah mengantisipasi berulangnya kejadian pembakaran hutan dan lahan yang seharusnya sudah bisa diduga sebelumnya,” bunyi siaran pers Walhi di Jakarta, Selasa (24/09/2019).

Baca: PKS: Pemerintah Belum Serius Tanggapi Masalah Mengerikan Karhutla

Melihat berbagai penderitaan rakyat akibat kabut asap sampai hari ini, maka Walhi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bergerak menyerukan kondisi Darurat Kemanusiaan di Indonesia.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Oleh karenanya, Koalisi Indonesia Bergerak menyerukan jajaran pemerintah di tingkat pusat untuk sesegera mungkin melakukan berbagai tindakan.

“Pertama, pemerintah baik di pusat maupun daerah untuk memberikan perlindungan yang optimal terhadap para pemadam api di lapangan, yang telah bekerja keras memadamkan api dengan menghadapi berbagai risiko kesehatan dan keselamatan nyawa,” serunya.

Kedua, Menteri Dalam Negeri untuk memerintahkan pemerintah di provinsi maupun kabupaten untuk membuka kantor-kantor dan gedung-gedung pemerintahan seperti desa/kelurahan, kecamatan, dinas dan UPT sebagai tempat evakuasi dan Rumah Aman yang steril dari gangguan asap dan dilengkapi oksigen dan pemurni udara bagi para korban dan kelompok rentan.

Baca: Kualitas Udara Makin Berbahaya, Wahdah Turunkan Relawan Medis untuk Korban Karhutla Riau

Ketiga, Menteri Kesehatan untuk memerintahkan agar memberikan akses pengobatan gratis bagi para korban di semua rumah sakit dan puskesmas di berbagai tingkatan desa/kelurahan, kecamatan, maupun kabupaten/kota dan bantuan tabung oksigen, masker, bagi kantor-kantor yang dijadikan rumah aman.

“Keempat, Menteri Sosial untuk membangun Rumah Aman dan Rumah Oksigen di berbagai wilayah khususnya bagi warga yang jauh dari akses gedung pemerintahan maupun dari puskesmas, dan bagi kelompok-kelompok masyarakat rentan, seperti balita, anak-anak, perempuan hamil serta
orang lanjut usia,” seru Koalisi.

Selain Walhi, Koalisi tersebut terdiri dari warga-warga negara Indonesia serta perwakilan organisasi masyarakat sipil. Mereka termasuk kelompok yang peduli terhadap kondisi rakyat Indonesia di sebagian Sumatera dan Kalimantan yang dalam beberapa pekan terakhir ini harus hidup bersama kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan.

Baca: BMH Bantu Korban Asap Karhutla di Lima Provinsi

Menurut data yang dihimpun Walhi dari berbagai sumber per 1 Januari sampai 23 September 2019, terdapat 45.193 titik api (hotspot) di seluruh wilayah se-Indonesia.

Selain itu, data Walhi per Senin (23/09/2019), warga masyarakat korban yang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat asap karhutla sebanyak 928.334 jiwa.

Rinciannya berurutan dari yang terbanyak, yaitu di Sumatera Selatan sebanyak 291.807 jiwa, di Riau sebanyak 275.793 jiwa, di Kalimantan Barat 180.695 jiwa, Kalimantan Selatan (67.293 jiwa), Jambi (63.554), Kalimantan Tengah (40.374 jiwa), dan Bangka Belitung (8.818 jiwa).

Koalisi Indonesia Bergerak antara lain terdiri dari WALHI, HuMA, MDMC Muhammadiyah, HFI, dan Rumah Zakat.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:asapbencana kabut asapbernapasISPAkabut asapkarhutlaoksigenWALHI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi Usir Pejabat Yaman yang Mengkritisi Uni Emirat Arab
Tulisan selanjutnya Ribuan Mahasiswa & Buruh Demo Tolak RUU KPK

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?