Hidayatullah.com–Media-media Arab melaporkan hari ini bahwa Syeikh Raed Salah, pemimpin
Islamic Movement di Palestina terluka parah akibat serangan tentara
Israel yang menyerang konvoi kemanusiaan Freedom Flotilla.
Pembantu Syeikh Salah, Syeikh Kamel Hatib menyatakan, belum ada kabar
yang benar-benar jelas menyangkut kondisi terakhir dari Syeikh Salah.
Dalam sebuah wawancara radio Hatib mengatakan, jika ternyata Syeikh
Salah telah terbunuh, maka Israel adalah pihak yang bertanggung jawab
langsung atas peristiwa tersebut.
Sebagaimana yang dilansir Haaretz hari ini, seorang jurubicara militer Israel
IDF dalam wawancaranya dengan sebuah stasiun radio Israel mengatakan,
dia tidak tahu jika Syeikh Raed Salah merupakan salah satu korban yang
terluka dalam peristiwa tersebut, dan tidak bisa memberikan lebih
banyak informasi mengenai hal tersebut.
Syeikh Raed Salah adalah pemimpin Gerakan Islam di Israel, sebuah kelompok Islam yang dibentuk oleh orang-orang Arab warga Israel.
Sebelumnya, ulama Palesina ini pernah ditangkap oleh Israel seiring dengan meningkatnya ketegangan di Yerusalem.
Ia ditahan dengan tuduhan memicu kerusuhan yang terjadi di kota itu. Salah, juga pernah di tahan Israel pada tahun 2003 dengan tuduhan memberikan bantuan dana kepada Hamas, belum lama ini ia menyeru kepada umat Islam untuk mempertahankan Masjid Al-Aqsa.
Karena kegigihannya dalam membela harkat dan hak Palestina, Israel pernah putus asa menghadapinya.
Anggota Knesset dari Partai Persatuan Nasional, Ben Ari, pernah menyerukan agar Raed Salah segera dideportasi ke Libanon. “Hanya dengan cara itu kita bisa menanamkan rasa takut pada para penghasut dan menahan laju pilar kelima yang telah menyebar menyusup di tengah-tengah kita.” [di/hrz/hida/hidayatullah.com]
foto: Syeikh Raed Salah sebelum penyerangan Israel. [by Sahabat Al-Aqsha & Hidayatullah.com]