Hidayatullah.com—Lebih dari 50 negara, “Dari Trinidad ke Tanzania, dari Tobago ke Thailand”, akan ikut ambil bagian dalam Pekan Aqsha 2022, yang mengglobal untuk tahun kedua berturut-turut, kata Friends of Al-Aqsa (FoA) yang berbasis di Inggris dalam sebuah pernyataan.
Dari 24 Februari hingga 2 Maret, “masjid, universitas, dewan lokal, dan parlemen akan mengadakan dikusi, lokakarya, dan kegiatan lain yang menekankan warisan dan kesucian Masjid Al Aqsha,” tulis FoA dalam siaran pers.
Looking forward to #AqsaWeek 1443/2022. Spread the love of Masjid al-Aqsa #LoveAqsa pic.twitter.com/xCe2IHZ6mN
— Masjid al Aqsa (@firstqiblah) February 16, 2022
“Berbagai acara untuk dewasa dan anak-anak akan disatukan dalam #LoveAqsha di media sosial,” tambah FoA. “Banyak acara akan disiarkan langsung di media sosial, radio, dan televisi,” katanya dikutip laman palestinechronicle.com.
Didirikan oleh Friends of Al Aqsa pada tahun 2017, Aqsa Week menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci, seperti, “Apa itu Al-Aqsha, dan apa sejarah dan signifikansinya? Dan apa bahaya yang dihadapi Al Aqsha dan Palestina?”
Dozens of settlers desecrated the courtyards of Al-Aqsa Mosque this morning. pic.twitter.com/W0Vz1C1Q7z
— #CeasefireNow #BDS #Yemen #Kashmir #Assange (@ChristineJameis) February 8, 2022
Masjid Al-Aqsha, yang terletak di Baitul Maqdis Timur yang diduduki, adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Sejak 2003, penjajah ‘Israel’ telah mengizinkan pemukim haram Yahudi memasuki kompleks itu hampir setiap hari, sebuah tindakan provokatif yang sering mengarah pada aksi kekerasan.
Setiap kali pemukim Yahudi masuk ke kompleks masjid, jamaah Muslim dilarang shalat dan berdoa di sana, lapor media Palestina secara teratur. Zionis-Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Masjid Al-Aqsha berada, selama Perang Arab-Israel 1967, termasuk mencaplok seluruh kota pada tahun 1980 dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.*