Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Mereka yang Datangi IHH Turki Pasca Serangan Israel

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Juni 2010 19:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Aynur Akdenis melihat tayangan pertama mengenai penyerangan beringas pasukan Israel terhadap “Armada Kebebasan”. Ia segera mematikan TV, agar kedua anaknya tidak melihat tayangan brutal tersebut.  Ayah mereka Mehmet Ali  Akdeniz (34) sedang berada di kapal armada kemanusiaan Mavi Marmara tersebut, lansir Hurriyet (1/6)

Setelah menyaksikan berita penyerangan Israel terhadap kapal bantuan kemanusiaan pada dini hari yang menewaskan 19 relawan itu, Akdenis bergegas mendatangi Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) di distrik Fatih Istanbul, untuk memastikan bagaimana keadaan suaminya.

Sebelumnya, Akdenis berencana untuk ikut serta dalam rombongan kemanusiaan tersebut beserta suaminya, namun mereka memutuskan untuk mengurungkan rencana itu, karena mereka masih memiliki dua anak, yang masih kecil.

“Anak saya berumur 4 dan 6 tahun. Mereka menitipkan sebanyak 300 batang lolipop (permen) kepada ayah mereka, agar dibagikan kepada anak-anak Palestina di Gaza,” katanya sambil menangis. Meskipun kedua anak itu tidak memahami masalahnya, mereka juga khawatir, ucap Akdenis.

Akdenis merasa terkejut setelah mendengar adanya serangan brutal terhadap kapal yang membawa suaminya tersebut, karena suaminya sendiri tidak memiliki pisau saku, karena ada aturan ketat bagi para aktivis untuk tidak mempersenjatai diri.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Namun, ada hal yang bisa melegakan, dari beberapa teman, Akdenis mendapatkan kabar bahwa mereka melihat seorang pria mirip suaminya dalam keadaan hidup pasca serangan.

Sedangkan Sümeyye Sena Tezcan, seorang siswa berumur 15 tahun merasa lega. Ia menyaksikan ibunya, Demet Tezcan, di TV dalam keadaan baik.”Selama serangan, ia membantu orang yang terluka.”

Tezcan juga bercerita, bahwa adik bungsunya telah memberikan boneka bayinya kepada sang ibu, agar nanti diberikan kapada  anak-anak Gaza, setelah kapal bantuan sampai di wilayah yang diblokade oleh Zionis-Israel ini.

Hayrünnisa Abdurrahman, seorang ibu dari empat anak, juga mengkawatirkan nasib suaminya, yang juga mengikuti rombongan Freedom Frotilla .”Dia adalah orang yang tidak tahan ketidakadilan. Saya takut bahwa ia mungkin ikut campur selama serangan untuk menyelamatkan orang dari tentara Israel, “Katanya.

Sebelum meninggalkan rumah, Abdurrahman mengatakan kepada istrinya bahwa perjalanan ini berpotensi fatal dan ia meminta doa.

Yang juga mendatangi kantor IHH saat itu adalah Selma Erkal, yang telah menyaksikan adiknya di TV, “Dia pingsan,  dan ada orang yang mencoba untuk membantunya,”

“Kami  percaya bahwa ia hanya terluka, tapi dia juga bisa mati. Dia memiliki dua orang anak dan kami tidak memberitahu istrinya apa yang kita lihat.” Kata Erkal.

?HH adalah penyelenggara utama pengiriman bantuan dan pusat manajemen krisis, yang terletak di lantai teratas bangunan, sudah sibuk sepanjang hari. Banyak orang yang bergegas ke gedung ?HH pada dini hari pasca serangan brutal Israel terhadap kapal-kapal pembawa bantuan menuju Gaza. Ruang konferensi pers dipenuhi keluarga yang ingin mengatahui nasib orang-orang yang mereka cintai.

Dari  600 penumpang kapal Mavi Marmara, sekitar 400 adalah warga negara Turki. Menurut Wakil Direktur ?HH Yavuz Dede, salah satu penumpang adalah seorang bayi yang berumur 18 bulan. Seperti Aynur Akdenis, semua orang menunggu kepastian suami atau istrinya yang ikut rombongan kemanusiaan yang berniat mulia ini.  [Hurriyet/tho/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia Harus Desak PBB Tindak Israel
Tulisan selanjutnya Front Ulama Al Azhar:”Syahid di Laut, Syahid Paling Mulia”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?