Hidayatullah.com–Seorang ahli dan spesialis dalam bidang pemukiman, Kholil At Tufkaji mengatakan akselerasi dalam pembangunan pemukiman Yahudi sudah tercantum dalam planing Zionis, “Al Quds 2020”.
Desain ini datang untuk memperluas daerah perbatasan Zionis Israel terhadap Al Quds, pembentukan negara Yahudi dan membatalkan Bandara Al Quds di Daerah Qalandiya selatan Kota Al Quds.
At Tufkaji menambahkan dalam pernyataannya, bahwasanya proyek Zionis untuk memperluas permukiman yang ada di bagian utara dan barat kota Al Quds, itu untuk merealisasikan planing Zionis yang besar dalam ‘meyahudisasi’ Kota Al Quds, perluasan wilayah perbatasannya yang mengarah kepada pendirian Negara Yahudi, demikian lansir laman PIC.com Ahad (12/6/2016).
Dia menjelaskan bahwa akselerasi dalam pembangunan permukiman bagian dari planing “Al Quds 2020” dan akan membangun 58 ribu unit rumah.
“Pasukan penjajah Zionis Israel melaksanakan proyek-proyek permukimannya dengan membangun unit-unit rumah secara bertahap dan cepat, supaya tercapai lebih banyak dari yang dicanangkan,” tambahnya.
Dia menunjukkan bahwa proyek Zionis sangat serius dengan membangun 15 ribu unit rumah di sekitar Qalandia dengan tujuan menghilangkan Bandara Kota Al Quds yang sedang dinantikan untuk negara Palestina merdeka.
At Tufkaji menyimpulkan bahwa proyek tersebut merupakan fase dari rencana menyingkirkan penduduk Arab di Kota Al Quds, untuk menggambar peta baru di tanah Kota Al Quds yang terjajah.*/Jundi Iskandar