Hidayatullah.com–Kepala Perunding PLO telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Palestina dan pimpinan PLO, demikian pejabat di Ramallah mengumumkan Sabtu (12/2).
Menurut Sekjen PLO Yasser Abed Rabbo, Saeb Erekat mengundurkan diri terkait tanggungjawabnya atas sejumlah kebocoran informasi.
Erekat yang terlibat langsung dalam perundingan sejak 1991, mengatakan kepada AFP bahwa dia bertanggungjawab atas “pencurian dokumen-dokumen” yang telah “sengaja” dirusak.
Pengumuman itu dikemukakan satu pekan setelah Erekat berkata kepada Maan bahwa dirinya akan mengundurkan diri, jika penyelidik mendapati dokumen setebal 1.600 halaman berisi peta, memo, dan catatan-catatan pertemuan yang didapat televisi Aljazeera berasal dari kantornya.
Presdien Mahmoud Abbas atau pejabat PLO belum berkomentar langsung terkait pengunduran diri Erekat. Namun seseorang dari kantor Erekat mengatakan bahwa Abbas telah menerimanya.
“Pengunduran diri itu tidak lagi menunggu persetujuan… Abbas telah menerimanya secara personal,” kata orang yang tidak menyebutkan nama itu, karena tidak berwenang untuk bicara kepada pers.
Ditambahkannya, Erekat secara pribadi merasa bertanggungjawab atas kebocoran tersebut.
Akhir Januari lalu Aljazeera mempublikasikan “Palestinian Papers”, sehingga membuat pemerintah Palestina di Ramallah, terutama Mahmoud Abbas, berang. Berdasarkan file yang ada, disinyalir Presiden Mahmoud Abbas mengetahui rencana serangan Israel ke Jalur Gaza pada akhir tahun 2008 hingga Januari 2009.
Informasi dalam Palestinian Papers antara lain memperkuat isi bocoran dokumen diplomatik Amerika Serikat oleh WikiLeaks sebelumnya. Sebuah kawat diplomatik bertanggal Juni 2009 berisi percakapan antara Bob Casey (senator AS) dan Gary Ackerman (anggota DPR AS) dan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak menyebutkan, bahwa Barak menjelaskan, dirinya telah berkonsultasi dengan Mesir dan Fatah (partainya Abbas) sebelum perang Gaza, guna menanyakan apakah mereka mau mengambil alih kendali atas Gaza setelah Israel mengalahkan Hamas.
Atas kebocoran informasi itu, Erekat menuding Aljazeera ingin mengacaukan perundingan damai dan memancing pemberontakan.
Di Jalur Gaza, para pejabat Hamas menyambut baik pengunduran diri Saeb Erekat.
Jurubicara Hamas Fawzi Barhoum mengatakan, keputusan Erekat untuk mundur “menunjukkan bahwa dokumen yang bocor tersebut adalah otentik.” Barhoum mendesak agar PLO menangguhkan perundingan dengan Israel.*