Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dokter Suriah pro-Assad Dihukum Penjara Seumur Hidup di Jerman Didakwa Kejahatan Perang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Juni 2025 23:57 11:57 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Juni 2025 20:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang dokter asal Suriah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan di Jerman atas dakwaan kejahatan perang dan penyiksaan yang dilakukannya di negeri asalnya di Suriah.

Hakim Christoph Koller di Pengadilan Tinggi Regional Frankfurt, hari Senin (16/6/2025), menilai pembunuhan terhadap dua orang dan penyiksaan terhadap 9 orang yang dilakukan terdakwa antara tahun 2011 dan 2012 sangat keji, sehingga menyatakan tidak ada kemungkinan pembebasan dini bagi terdakwa setelah 15 tahun menjalani hukumannya. Biasanya, terpidana seumur hidup di Jerman diberikan peluang pembebasan dini apabila sudah menjalani masa kurungan 15 tahun.

Pria berusia 40-an tahun itu, yang hanya disebut sebagai Alaa M menurut peraturan privasi di Jerman, ditempatkan di tempat penahanan preventif, lapor kantor berita DPA seperti dilansir Associated Press.

Sejumlah media lain menyebutkan nama pria itu Alaa Mousa.

Di persidangan dikatakan bahwa Alaa melakukan tindak kejahatannya di sebuah rumah sakit militer di kota Homs, pada masa awal pecah perang saudara 2011. Hakim mengatakan dokter itu memiliki kecenderungan sadistis dan menunjukkan sifat itu saat melakukan penyiksaan. “Terlebih, terdakwa menikmati tindakan melukai orang yang lemah dan rendah nilainya menurut pandangan dia,” kata Koller seperti dilansir DPA.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Di dalam persidangan, yang digelar hampir tiga setengah tahun, para korban mengaku mendapat berbagai penyiksaan, termasuk dipukul, ditendang, serta bagian tubuh yang terluka disulut api, lapor DPA.

Koller menekankan bahwa tanpa kemauan dan keberanian para saksi untuk membeberkan penderitaan mereka, fakta-fakta kasus tersebut tidak dapat diklarifikasi.

Alaa tinggal di Jerman selama sepuluh tahun dan bekerja sebagai dokter bedah ortopedi do sejumlah klinik, paling akhir di Bad Wildungendi bagian utara Hesse.

Pada musim panas 2020, dia ditangkap setelah beberapa orang korbannya mengenalinya di layar televisi dari sebuah dokumenter tentang Homs, lapor DPA.

Dokter itu menyiksa para tahanan yang merupakan bagian dari kelompok oposisi penentang rezim Bashar Assad.

Persidangan kasusnya dimulai pada Januari 2022, di mana Alaa menyatakan dirinya tidak bersalah dan mengklaim dirinya sebagai korban konspirasi.

Keputusan kasus ini belum final, karena masih ada peluang banding.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jermansuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jamaah Haji Iran yang Terdampar di Arab Saudi Mulai Dipulangkan
Tulisan selanjutnya Rudal Balistik Iran menarget Israel Pakai Cara Baru, Iran Kacaukan Sistem Pertahanan ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?