Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Aktivis Malaysia Tolak Masuk Gaza via Israel

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 27 Mei 2011 20:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Para aktivis asal Malaysia yang membawa bantuan kemanusiaan dengan kapal laut menolak menyerahkan muatan mereka kepada pihak Mesir, karena khawatir akan jatuh ke tangan Zionis-Israel.

Pekan lalu mereka sudah berusaha untuk mendarat di Gaza, tapi terpaksa mengubah haluan karena Angkatan Laut Zionis menembaki kapalnya.

Matthias Chang pimpinan misi Perdana Global Peace Foundation kepada AFP (27/5) mengatakan, tidak tahu kapan pemerintah Malaysia dan Mesir akan berupaya mengakhiri masalah tersebut.

Menurut Chang, Mesir bersikeras agar kargo mereka diturunkan di Mesir dan akan diangkut masuk ke Jalur Gaza lewat pintu perbatasan Kaern Shalom yang dikuasai Zionis.

“Kami tidak yakin kargo ini akan benar-benar dikirim ke Gaza, sebagaimana yang sebelumnya … sebagian besar bantuan kemanusiaan dibuang di Israel,” imbuh Chang.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Aktivis asal Malaysia itu juga mempertanyakan keseriusan Mesir yang berjanji akan membuka pintu perbatasan Rafah, sebab bantuan mereka berupa 4,6 ton pipa saluran pembuangan limbah ditolak masuk ke Gaza lewat perbatasan Rafah yang dikuasai Mesir.

“Kejadian ini menunjukkan ketidakseriusan pemerintah Mesir dan menunjukkan dukungan implisit mereka atas blokade ilegal, padahal mereka secara terang-terangan menyatakan akan membuka perbatasan Rafah secara permanen,” kata Chang.

Penasihat Perdana Foundation Mukhirz Mahathir, salah seorang putra mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Muhammad, menyatakan ketidaksenangannya atas tindakan Mesir.

“Kami kecewa jadinya seperti ini, sebab kami berharap dengan pemerintahan baru akan ada perubahan mendasar dalam cara mereka memperlakukan rakyat Palestina dan Gaza. Tapi ternyata tidak demikian,” kata Mukhriz.

Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman dalam sebuah pernyataan mengatakan, Kairo dan Kuala Lumpur berusaha agar kapal MV Finch yang sudah 10 hari ditolak melempar sauh di Al-Arish bisa berlabuh dan menurunkan muatannya.

MV Finch yang juga ikut dalam Freedom Flotilla pertama tahun lalu, berangkat dari Yunani pada 16 Mei dengan membawa pipa-pipa yang diperlukan untuk perbaikan sistem pembuangan limbah di Jalur Gaza. Pada 16 Mei pasukan AL Zionis-Israel menembaki mereka saat berada di perairan sekitar 400 yard dari pantai Gaza dan memaksa kapal berbelok ke perairan Mesir.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Produksi Parfum dengan Alkohol
Tulisan selanjutnya Rakyat Mesir Mendemo Militer

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?